
SEMARANG, Jatengnews.id – Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) merilis pernyataan resmi terkait dugaan kekerasan seksual yang melibatkan terduga pelaku LK terhadap mahasiswi Unissula berinisial H. Insiden tersebut diduga terjadi di sebuah rumah kos pada pertengahan Februari 2026.
Dalam konferensi pers pada Rabu (1/4/2026), Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Achmad Arifulloh, S.H., M.H., menjelaskan bahwa korban H sebelumnya telah melaporkan kejadian tersebut ke Polda Jawa Tengah pada 17 Maret 2026.
Menyikapi laporan itu, pihak universitas mengambil langkah-langkah strategis sebagai berikut:
- Mediasi dan Klarifikasi: Meski peristiwa terjadi di luar lingkungan kampus, Unissula tetap memanggil kedua belah pihak untuk memberikan keterangan sebagai bentuk tanggung jawab moral. Kampus memfasilitasi proses mediasi pada Selasa, 31 Maret 2026.
- Kesepakatan Damai: Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dan damai tanpa paksaan dari pihak mana pun.
- Pencabutan Laporan: Sebagai tindak lanjut kesepakatan, saudari H resmi mencabut laporan/pengaduannya di Polda Jawa Tengah pada Rabu, 1 April 2026.
- Status Perkara: Dengan adanya kesepakatan damai dan pencabutan laporan tersebut, universitas menyatakan permasalahan ini telah selesai.
Unissula mengimbau media massa dan masyarakat agar tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyampaikan informasi serta tidak menyebarkan berita yang belum terverifikasi.
“Kami berkomitmen terus menjaga lingkungan akademik yang aman, kondusif, dan berintegritas bagi seluruh civitas akademika,” tegas Arifulloh.
Sebelumnya, Jatengnews.id memberitakan bahwa sekelompok orang tak dikenal menculik dan menganiaya Ketua HMI Korkom Sultan Agung, Aldi Maulana, di kawasan Telogosari hingga Ngablak, Semarang, pada Senin (30/3/2026) dini hari.
Aldi selama ini aktif mendampingi korban pelecehan tersebut. Kasus ini menyeret nama oknum Pengurus Besar (PB) HMI berinisial LT sebagai terduga pelaku utama.
Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP), Tegar Wijaya Mukti, menceritakan kronologi penculikan tersebut. Pelaku mengadang Aldi saat ia sedang dalam perjalanan pulang usai bermain bulu tangkis.
“Peristiwa bermula ketika Aldi menepikan motornya di kawasan Telogosari karena raketnya hampir terjatuh. Tiba-tiba, empat orang yang mengendarai dua sepeda motor mendekat dan menanyakan identitas korban,” ujar Tegar saat mengonfirmasi kejadian tersebut kepada Jatengnews.id. (01).