SEMARANG, Jatengnews.id – Aksi Kamisan Semarang menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Jateng, meminta kasus penyiraman air keras terhadap Aktivis HAM Kontras Andrie Yunus di tangani melalui jalur hukum pidana, Kamis (2/4/2026).
Terpantau sekitar pukul enam sekelompok massa dengan ke khasan Aksi Kamisan membawa payung hitam melakukan orasi sambil hujan-hujanan, Kamis petang, sekitar pukul 18.00 WIB.
Salah satu peserta aksi, Aldo (22) menyampaikan, pihaknya keberatan jika kasus tersebut ditangani dengan sidang hukum militer.
“Pertama kita melakukan solidaritas kepada Andrie Yunus,” ungkapnya kepada Jatengnews.id usai melakukan demo.
“Kedua, mengecam dan juga mengutuk segala bentuk kekerasan terhadap aktivis. Ketiga, mendesak untuk pelaku dibawa ke pengadilan umum,” sambungnya.
Ia juga menyoroti, dalam kasus ini telah muncul 16 nama terduga perlaku yang terlibat dalam tindakan kekerasan tersebut.
“Kami memilih lokasi ini karena lebih strategis untuk menyuarakannya. Aksi ini diikuti sekitar 20 hingga 30 orang,” katanya.
Mereka juga melihat, akhir-akhir kasus kekerasan dan teror terhadap aktivis terus meningkat dan menjadi perhatian publik.
“Kami berharap juga teman-teman bisa saling bersolidaritas, saling menguatkan dan tidak takut terhadap segala bentuk kekerasan,” ujarnya.
Terakhir, Aldo juga menyampaikan, meskipun kondisi sedang hujan ia mengku tetap semangat bersolidaritas untuk Andrie dan terus mengawal kasusnya hingga tuntas. (03)











