29.8 C
Semarang
, 3 April 2026
spot_img

Harga Plastik Karanganyar Naik, Pedagang Keluhkan Pasokan Terbatas

hampir semua jenis plastik mengalami kenaikan harga, mulai dari PP, PE, HDPE hingga HD.

KARANGANYAR, Jatengnews.id  — Harga berbagai jenis plastik di wilayah Karanganyar mengalami kenaikan signifikan yang mulai terasa sejak sekitar 10 hari menjelang Lebaran dan hingga kini masih bertahan.

Salah satu pedagang sekaligus distributor plastik di kios Bulu, Kecamatan Jaten, Ulfah, mengatakan bahwa hampir semua jenis plastik mengalami kenaikan harga, mulai dari PP, PE, HDPE hingga HD.

“Harga plastik dan berbagai produk berbahan dasar plastik mulai mengalami kenaikan sekitar 10 hari menjelang Lebaran. Hampir semua jenis plastik naik, seperti PP, PE, HDPE, dan HD,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Kenaikan tersebut turut berdampak pada produk turunan berbahan plastik. Sebagai contoh, harga gelas plastik yang sebelumnya dijual sekitar Rp13.000 per slop, kini melonjak menjadi Rp20.000 hingga Rp23.000 per slop.

Selain itu, plastik untuk kebutuhan es atau plastik tomat juga mengalami lonjakan harga. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp7.000 per pack, kini naik menjadi Rp11.500 hingga Rp12.000 per pack.

Menurut Ulfah, kenaikan harga ini dipicu oleh sulitnya bahan baku plastik yang berasal dari minyak mentah. Ia menyebut kondisi global, termasuk konflik di Timur Tengah, turut memengaruhi biaya produksi.

“Bahan bakunya sekarang sulit. Plastik kan dari minyak mentah, jadi kalau ada konflik atau perang, harga produksi ikut naik,” jelasnya.

Tidak hanya harga yang meningkat, pedagang juga menghadapi kendala dalam pasokan barang. Distributor disebut mulai membatasi jumlah pengiriman karena harga yang terus berubah.

“Sekarang barang juga agak susah. Misalnya kita pesan 10, kadang cuma dikasih 5 karena dibatasi. Harga juga berubah terus, jadi kalau kirim minggu depan harganya ikut harga terbaru,” tambahnya.

Kenaikan harga ini memunculkan beragam respons dari konsumen. Sebagian tetap membeli karena kebutuhan usaha, namun ada pula yang mempertanyakan kenaikan harga yang masih terjadi meskipun Lebaran telah usai.

“Ada yang bilang ya sudah kebutuhan, tapi ada juga yang heran kenapa masih naik, katanya cuma momen Lebaran,” pungkasnya.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN