
BLORA, Jatengnews.id – Perum BULOG menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung sektor pertanian melalui partisipasinya pada kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal I sekaligus Tanam Jagung Serentak Kuartal II di Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan serta swasembada pangan.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pemerintah pusat dan daerah, unsur TNI, serta para petani setempat. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini mencerminkan sinergi lintas sektor dalam mendorong peningkatan produksi jagung nasional.
Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan terhadap pengembangan sektor pertanian di wilayahnya.
Ia menegaskan bahwa Blora memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra produksi jagung di Jawa Tengah. Selain itu, ia juga mendorong adanya hilirisasi komoditas jagung, termasuk pembangunan industri pakan ternak, agar nilai tambah dapat dinikmati langsung oleh petani lokal.
Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kesiapan BULOG untuk menyerap hasil produksi jagung petani secara optimal. Ia menyebutkan bahwa kebutuhan jagung, baik untuk pakan ternak maupun pengembangan bioetanol, terus meningkat sehingga membuka peluang besar bagi petani.
“Dengan masa tanam yang relatif singkat, jagung dinilai sebagai komoditas strategis yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya dikutip Jumat (03/03/2026).
Dukungan terhadap pengembangan jagung di Blora juga ditegaskan oleh unsur TNI yang memastikan keterpaduan sistem dari hulu hingga hilir. Mulai dari penyediaan benih, pupuk, akses permodalan, pendampingan, hingga jaminan penyerapan hasil panen akan dilakukan secara terintegrasi bersama BULOG dan Kementerian Pertanian.
Sementara itu, pemerintah pusat menekankan pentingnya peningkatan produksi jagung nasional untuk memenuhi kebutuhan pakan dan mendukung program bioetanol. Blora diproyeksikan menjadi salah satu wilayah percontohan dalam pengembangan jagung skala besar.
Pemerintah daerah optimistis luas tanam jagung di Blora akan terus meningkat, dari sekitar 83.000 hektare saat ini menjadi lebih dari 100.000 hektare ke depan. Hal ini diharapkan mampu mengukuhkan posisi Blora sebagai daerah unggulan produksi jagung di Jawa Tengah.
Pada kegiatan panen kali ini, produktivitas mencapai rata-rata 7 ton per hektare dari lahan seluas 15 hektare. Capaian ini menunjukkan potensi besar yang dapat terus dikembangkan melalui dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak.
Selain jagung, BULOG juga mengambil langkah strategis dalam mendukung sektor tebu di Blora. Salah satunya melalui fasilitasi penyaluran hasil panen tebu petani ke pabrik-pabrik gula di Jawa Tengah, sehingga petani memiliki kepastian pasar.
BULOG juga tengah menyiapkan pembenahan manajemen serta peningkatan kapasitas pabrik PT GMM agar dapat beroperasi lebih optimal. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan penyerapan tebu petani sekaligus memperkuat industri gula di daerah.
Ke depan, pengelolaan PT GMM juga akan melibatkan sumber daya lokal sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi daerah. (03)