SEMARANG, Jatengnews.id – Proyek perbaikan jalan nasional di ruas Gombel Lama, Kota Semarang, dijadwalkan mulai dikerjakan pada 20 April 2026.
Selama proses pengerjaan berlangsung, jalur tersebut akan ditutup total selama kurang lebih tujuh bulan.
Perbaikan ini merupakan bagian dari paket proyek Semarang–Bawen–Salatiga–Sruwen dengan total anggaran mencapai Rp181,8 miliar. Khusus untuk penanganan di ruas Gombel Lama, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp17,5 miliar.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Balai Besar Penanganan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY, Alfan Noor Rizal, mengatakan bahwa pekerjaan difokuskan pada penanganan kerusakan jalan akibat kondisi tanah yang labil.
“Gombel Lama sepanjang 1,27 kilometer akan mulai dikerjakan sekitar tanggal 20 April dengan durasi tujuh bulan. Fokusnya pada rekonstruksi jalan yang ambles, ada dua titik yang cukup parah,” ujar Alfan, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, penanganan dilakukan secara menyeluruh dengan metode konstruksi khusus untuk memastikan kekuatan struktur jalan. Pihaknya akan menggunakan teknik bore pile dengan kedalaman hingga 28 meter, serta tambahan mini pile di sejumlah titik.
“Kami menggunakan bore pile dengan kedalaman sekitar 28 meter, ditambah mini pile untuk memperkuat struktur di lokasi tertentu,” jelasnya.
Selain perbaikan struktur, proyek ini juga mencakup pelapisan ulang aspal sebanyak dua lapis. Namun, tidak ada pelebaran jalan, sehingga lebar tetap dipertahankan sekitar 10,5 meter.
Alfan menambahkan, penanganan khusus juga dilakukan di area longsoran agar permukaan jalan tetap rata dan aman dilalui kendaraan.
Selama pengerjaan berlangsung, arus lalu lintas di Gombel Lama akan ditutup sepenuhnya. Kendaraan akan dialihkan ke Jalan Gombel Baru dengan skema dua arah atau contra flow.
“Di Gombel Lama nantinya kita akan close total karena pekerjaannya menyeluruh, terutama di area longsoran. Jadi lalu lintas dialihkan ke jalur baru,” ungkapnya.
Pihaknya juga mengimbau kendaraan berat untuk sementara waktu menggunakan jalur tol guna menghindari kepadatan, khususnya melalui Tol Banyumanik dan keluar di Tol Jatingaleh.(02)
