SEMARANG, Jatengnews.id – Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., mencanangkan empat pilar strategis untuk membawa kampus tersebut menuju rekognisi global. Beliau menegaskan hal tersebut dalam orasinya pada perayaan Dies Natalis ke-56 UIN Walisongo Semarang, Senin (6/4/2026).
Prof. Musahadi menekankan bahwa momentum Dies Natalis ke-56 ini menjadi pijakan penting bagi kampus berjuluk “Kemanusiaan dan Peradaban” tersebut untuk memantapkan posisinya sebagai institusi pendidikan Islam yang progresif dan kompetitif di kancah internasional.
Dalam orasinya, Prof. Musahadi memandang usia 56 tahun sebagai usia kematangan. Ia menyoroti urgensi penguatan kualitas akademik berbasis kesatuan ilmu (Unity of Sciences). Menurutnya, UIN Walisongo Semarang tidak boleh berpuas diri, melainkan harus terus memacu diri untuk meningkatkan standar mutu pendidikan.
“Kita berada pada jalur yang tepat untuk memperkuat rekognisi internasional. Hal ini bukan sekadar mengejar peringkat, melainkan cara kita memastikan bahwa proses pendidikan dan hasil riset memberikan dampak nyata bagi peradaban dunia,” tegas Prof. Musahadi di hadapan anggota Senat Akademik dan tamu undangan.
4 Pilar Strategis Masa Depan
Rektor menguraikan empat pilar strategis yang menjadi fokus utama kepemimpinannya guna membawa UIN Walisongo Semarang melompat lebih jauh:
Pertama, Internasionalisasi dan Rekognisi Global: Memperluas jejaring kerja sama dengan universitas top dunia serta meningkatkan jumlah program studi yang memiliki akreditasi internasional.
Kedua, Peningkatan Kualitas Riset: Mendorong dosen dan peneliti untuk menghasilkan karya ilmiah bermutu pada jurnal bereputasi tinggi. Pihak kampus juga akan memperkuat sistem insentif riset untuk memacu produktivitas.
Ketiga, Integrasi Riset dan Pendidikan: Membangun ekosistem penelitian yang terintegrasi dari jenjang S1 hingga S3, sehingga hasil riset terbaru dapat memperkaya bahan ajar di kelas secara langsung.
Keempat, Hilirisasi dan Inovasi: Memastikan hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi semata, tetapi bertransformasi menjadi produk, kebijakan, atau program pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat dan industri.
Menutup pidatonya, Prof. Musahadi menitipkan pesan kuat tentang pentingnya kebersamaan. Ia menegaskan bahwa seluruh elemen kampus—mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa—harus bergerak dalam satu irama yang sama untuk mencapai visi besar institusi.
“Empat pilar strategis ini hanya akan terwujud jika kita memiliki semangat inovasi dan kolaborasi. Kita harus saling bergandengan tangan menjadi support system agar UIN Walisongo Semarang terus berkembang menjadi institusi berdaya saing tinggi,” pungkasnya.
Perayaan Dies Natalis ini juga dimeriahkan dengan pemberian apresiasi atas capaian prestasi unit kerja dan individu, sekaligus menjadi simbol dimulainya babak baru perjuangan UIN Walisongo menuju universitas riset terdepan. (01).



