29 C
Semarang
, 6 April 2026
spot_img

Strategi Revitalisasi Pasar Johar Semarang Dipercepat

Berbagai langkah yang telah disiapkan tersebut diharapkan mampu mengembalikan kejayaan Pasar Johar sebagai ikon perdagangan Kota Semarang.

SEMARANG, Jatengnews.id — Upaya strategis untuk menghidupkan kembali Pasar Johar Semarang terus dilakukan oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang.

Kondisi pasar yang belum kembali ramai disebut masih menjadi tantangan utama dalam mengembalikan kejayaan pasar legendaris tersebut yang pernah dikenal sebagai pusat perbelanjaan terbesar di Asia Tenggara pada era 1930-an.

Aktivitas jual-beli di dalam pasar saat ini dinilai belum menunjukkan geliat signifikan, sehingga berbagai langkah percepatan revitalisasi mulai disiapkan untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Sejumlah strategi telah dirancang sebagai bagian dari optimalisasi fungsi pasar tradisional. Upaya tersebut dilakukan sebagai respons terhadap arahan pemerintah pusat terkait penguatan dan revitalisasi pasar rakyat.

Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah menghadirkan kembali pedagang barang bekas atau yang dikenal dengan sebutan Pasar Maling ke dalam kawasan pasar. Keberadaan pedagang ini dinilai memiliki nilai historis sekaligus daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Ruang khusus bagi pedagang Pasar Maling telah disiapkan di area Pasar Johar Tengah. Lokasi yang berada di lantai dua hingga empat dipilih karena masih banyaknya lapak kosong yang belum terisi.

Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus menarik kembali minat masyarakat untuk berbelanja di dalam pasar.

“Pasar Johar ini harus hidup dan ramai. Jadi pada saat saya ke Kementerian Perdagangan soal rencana pembangunan, baik Pasar Penggaron maupun Bangetayu, jawabannya pemerintah pusat belum bisa membantu selama Johar tidak ramai. Dari situlah saya punya tanggung jawab moral,” ujar Kepala Disdag Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, Senin (6/4/2026).

Gagasan untuk menghidupkan kembali Pasar Maling disebut telah diusulkan oleh masyarakat. Usulan tersebut kemudian dipertimbangkan sebagai langkah strategis untuk mengembalikan identitas lama Pasar Johar sekaligus memperkuat daya tarik ekonomi.

Langkah ini juga diharapkan dapat menjadi solusi bagi pedagang yang selama ini berjualan di pinggir jalan agar dapat berpindah ke lokasi yang lebih tertata.

Pendaftaran bagi pedagang Pasar Maling telah dibuka dengan kuota awal sebanyak 100 orang. Namun, jumlah pendaftar dilaporkan telah meningkat signifikan hingga mencapai ratusan pedagang.

Para pedagang yang sebelumnya tersebar di berbagai titik, termasuk kawasan Kokrosono, didorong untuk masuk ke dalam pasar guna menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih tertib dan terpusat.

Selain pengaktifan Pasar Maling, program baru bertajuk Jolari atau Johar Malam Hari juga tengah disiapkan. Program ini dirancang untuk menghidupkan aktivitas ekonomi pada malam hari di kawasan pasar.

Konsep Jolari akan ditempatkan di area pelataran pasar dengan nuansa perdagangan malam yang dinilai mampu menarik lebih banyak pengunjung, serupa dengan kawasan niaga malam di sejumlah titik kota.

Berbagai langkah yang telah disiapkan tersebut diharapkan mampu mengembalikan kejayaan Pasar Johar sebagai ikon perdagangan Kota Semarang.

Revitalisasi yang dilakukan tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan aktivitas ekonomi dan keterlibatan pedagang serta masyarakat. Dengan strategi terpadu, kebangkitan Pasar Johar diharapkan dapat segera terwujud dan kembali menjadi pusat ekonomi yang ramai serta berdaya saing. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN