29.3 C
Semarang
, 8 April 2026
spot_img

Arus Masuk Kendaraan Lebaran 2026 di Karanganyar Naik 5 Persen, Perbaikan Jalan Mulai Dikebut

berdasarkan data dari gerbang tol Klodran, Gondangrejo, dan Kebakkramat, jumlah kendaraan masuk tercatat sebanyak 294.816 unit atau meningkat sekitar 5 persen

KARANGANYAR, Jatengnews.id  – Hasil evaluasi arus lalu lintas selama libur Lebaran 2026 menunjukkan adanya peningkatan volume kendaraan yang masuk ke wilayah Karanganyar melalui sejumlah gerbang tol.

Kasat Lantas Polres Karanganyar, AKP Agista Ryan Mulyanto, Rabu (8/4/2026) mengatakan, berdasarkan data dari gerbang tol Klodran, Gondangrejo, dan Kebakkramat, jumlah kendaraan masuk tercatat sebanyak 294.816 unit atau meningkat sekitar 5 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 281.447 kendaraan.

“Secara umum, arus lalu lintas periode Lebaran tahun 2026 ramai lancar,” ujarnya.

Sementara itu, arus kendaraan keluar justru mengalami sedikit penurunan. Pada 2025 tercatat 314.054 kendaraan keluar, sedangkan pada 2026 menjadi 312.584 kendaraan atau turun sekitar 0,5 persen.

Menurutnya, data tersebut menjadi bahan evaluasi untuk melihat efektivitas pengaturan lalu lintas serta mobilitas masyarakat selama periode Lebaran, khususnya di wilayah Solo Raya.

Di sisi lain, pihak kepolisian mengungkapkan bahwa perbaikan jalan di sejumlah simpang pada jalur utama Solo–Karanganyar mulai dilakukan secara bertahap.

Saat ini, pengerjaan telah dimulai di Simpang Budagaram dengan panjang penanganan sekitar 120 meter menggunakan konstruksi beton. Perbaikan juga akan dilakukan di Simpang Sroyo sepanjang 150 meter dan Simpang Asidatama sepanjang 650 meter.

“Saat ini baru dimulai di Simpang Budagaram. Untuk Simpang Sroyo akan dikerjakan menyusul, sedangkan Simpang Asidatama akan dilakukan setelah dua titik sebelumnya selesai,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengerjaan di Simpang Asidatama direncanakan dimulai pada Mei mendatang.

Selama proses perbaikan berlangsung, belum diberlakukan pengalihan arus lalu lintas. Hal ini karena jalur tersebut merupakan jalur utama dan tidak memiliki jalur alternatif yang memadai.

“Kita belum melakukan pengalihan arus karena ini jalur utama. Pengerjaan dilakukan satu sisi terlebih dahulu, sehingga arus lalu lintas berpotensi buka-tutup,” katanya.

Untuk mengantisipasi kepadatan, petugas kepolisian disiagakan di lokasi proyek guna melakukan pemantauan dan pengaturan arus secara manual jika diperlukan.

Selain itu, sejumlah rambu peringatan telah dipasang di beberapa titik, terutama di kawasan Palur hingga mendekati lokasi proyek.

Masyarakat pun diimbau untuk memanfaatkan jalur alternatif guna mengurangi kepadatan. Kendaraan kecil dapat melalui jalur Palur menuju Jaten dan sekitarnya.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN