28.6 C
Semarang
, 8 April 2026
spot_img

Pemkot Semarang Percepat Perbaikan Rumah Korban Puting Beliung Lewat Program RTLH

Agustina menyampaikan rasa prihatin kepada seluruh warga terdampak sekaligus mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penanganan bencana

SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Kota Semarang memastikan penanganan pascabencana angin puting beliung di wilayah RT 5 RW 3, Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, segera dilakukan secara menyeluruh.

Selain bantuan darurat, perbaikan rumah warga yang terdampak akan dipercepat melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi warga sekaligus memastikan langkah penanganan berjalan optimal.

Dalam kunjungannya pada Rabu (8/4/2026), ia menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada bantuan jangka pendek, tetapi juga pemulihan hunian warga agar bisa kembali ditempati dengan aman dan layak.

Wali kota Semarang, Agustina Wilujeng meninjau langsung kondisi rumah warga yang terdampak bencana angin puting beliung di RT 5 RW 3 Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Rabu (08/04/2026). (Foto : Dok Pemkot Semarang)
Wali kota Semarang, Agustina Wilujeng meninjau langsung kondisi rumah warga yang terdampak bencana angin puting beliung di RT 5 RW 3 Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Rabu (08/04/2026). (Foto : Dok Pemkot Semarang)

Bencana angin puting beliung yang terjadi pada Senin (30/3) tersebut menyebabkan kerusakan cukup luas. Puluhan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari atap yang terlepas hingga struktur bangunan yang terdampak cukup parah akibat terjangan angin kencang.

Agustina mengapresiasi respons cepat masyarakat setempat yang langsung bergerak melakukan gotong royong sesaat setelah kejadian. Menurutnya, kekompakan warga menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan awal sebelum bantuan pemerintah datang.

“Begitu mendapat kabar, saya melihat sendiri bahwa warga sudah bergerak bersama. BPBD dan Disperkim juga langsung turun melakukan pemetaan kebutuhan darurat,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara, tercatat sebanyak 65 rumah terdampak dalam peristiwa tersebut. Dari jumlah itu, 29 rumah mengalami kerusakan cukup berat dan membutuhkan penanganan lebih lanjut melalui program perbaikan.

Untuk meringankan beban warga, Pemkot Semarang telah menyalurkan berbagai bantuan logistik. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan pokok, terpal untuk penutup atap sementara, serta fasilitas tempat tidur darurat bagi warga yang rumahnya tidak dapat dihuni. Selain itu, bantuan uang tunai juga diberikan guna membantu kebutuhan mendesak.

Agustina menjelaskan bahwa rumah-rumah dengan tingkat kerusakan berat akan segera dimasukkan dalam daftar penerima program RTLH yang dikelola oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim). Ia berharap proses pendataan dan survei dapat dilakukan dengan cepat sehingga renovasi bisa segera dimulai.

“Kami harapkan tim survei bisa segera bekerja karena ini kebutuhan mendesak bagi warga. Rumah yang rusak harus segera diperbaiki agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan nyaman,” tambahnya.

Di sisi lain, suasana kebersamaan warga Gedawang masih terlihat kuat. Hingga saat ini, kerja bakti massal terus dilakukan untuk memperbaiki bagian rumah yang rusak, terutama atap yang terdampak paling parah. Semangat gotong royong ini menjadi bukti kuatnya nilai sosial masyarakat dalam menghadapi bencana.

Menutup kunjungannya, Agustina menyampaikan rasa prihatin kepada seluruh warga terdampak sekaligus mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penanganan bencana, baik dari unsur pemerintah maupun masyarakat. (ADV)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN