Kembali Terjadi, Truk Rem Blong di Silayur Semarang Sebabkan Kecelakaan Beruntun

tabrakan bermula saat truk menghantam mobil Yaris di depannya hingga kendaraan tersebut terpental ke jalur berlawanan arah menuju Mijen

SEMARANG, Jatengnews.id – Kecelakaan beruntun akibat truk kontainer mengalami rem blong kembali terjadi di turunan Silayur, Jalan Prof Dr Hamka, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

Berdasarkan pantauan di lokasi, truk kontainer tersebut menabrak sejumlah kendaraan, mulai dari mobil Toyota Yaris, mobil bak terbuka Mitsubishi Colt L300, pengendara sepeda motor, hingga gerobak penjual cilok.

Seorang warga setempat, Adit, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian sopir truk sudah berteriak memberi peringatan. “Dari atas sopir kontainer sudah teriak rem blong,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tabrakan bermula saat truk menghantam mobil Yaris di depannya hingga kendaraan tersebut terpental ke jalur berlawanan arah menuju Mijen. “Mobilnya sampai zigzag, terlempar ke lawan arah dan terbalik,” katanya.

Setelah itu, truk membanting setir dan menabrak mobil bak terbuka yang terparkir, sepeda motor yang melintas, serta gerobak pedagang. Posisi akhir truk sempat melintang dan menutup kedua jalur Jalan Prof Dr Hamka, menyebabkan kemacetan.

Sekitar pukul 12.32 WIB, badan truk sudah berhasil dievakuasi sehingga arus lalu lintas berangsur normal.

Informasi sementara menyebutkan terdapat tiga korban dalam insiden ini, yakni sopir truk, pengemudi mobil Yaris, dan seorang pengendara motor perempuan. Ketiganya dilaporkan mengalami luka ringan.

Sementara itu, penjual cilok bernama Jauhari (52), warga asal Kuningan, Jawa Barat, mengaku selamat karena berada di trotoar saat kejadian. Meski demikian, gerobaknya rusak parah.

“Saya lihat mobil merah itu terpental ke jalan seberang, baru kemudian truknya kelihatan,” ujarnya dengan kondisi masih gemetar.

Ia menuturkan, saat kejadian dirinya baru saja bersiap berjualan. “Baru mau jualan, lagi bersih-bersih, tiba-tiba kejadian seperti ini,” katanya.

Akibat insiden tersebut, Jauhari mengaku mengalami kerugian sekitar Rp5 juta karena gerobak, kompor, dan perlengkapan dagangannya rusak.

Ia juga menyebut kecelakaan di kawasan turunan Silayur bukan pertama kali terjadi. Selama sekitar tiga tahun berjualan di lokasi tersebut, ia telah beberapa kali menyaksikan kejadian serupa.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN