SEMARANG, Jatengnews.id – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Wilayah Jawa Tengah atau Jateng mencatatkan capaian gemilang pada momentum Ramadan 1447 H (2026).
Lazismu Jateng berhasil menghimpun dana Zakat, Infaq, dan Shadaqah (ZIS) sebesar Rp92 miliar, sebuah angka yang melampaui rekor tahun-tahun sebelumnya.
Keberhasilan ini berpangkal pada strategi “Safari Dakwah Zakat” yang menjangkau tingkat akar rumput secara masif di seluruh Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah.
Capaian Rp92 miliar pada Ramadan 1447 H ini menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif. Sebagai perbandingan, pada Ramadan 1446 H (2025), Lazismu Jateng menghimpun dana sebesar Rp75 miliar.
Artinya, terdapat kenaikan sebesar Rp17 miliar atau sekitar 22,6% dalam kurun waktu satu tahun. Peningkatan ini membuktikan betapa tingginya tingkat kepercayaan masyarakat Jawa Tengah terhadap pengelolaan zakat di Lazismu.
Intensitas kegiatan Safari Ramadan 1447 H menjadi kunci utama keberhasilan penghimpunan tahun ini. Lazismu Wilayah Jawa Tengah menerjunkan tim pemateri dan eksekutif untuk menyambangi titik-titik dakwah di seluruh karesidenan, mulai dari Banyumas, Pekalongan, Semarang, Pati, hingga Solo Raya.
Beberapa daerah sasaran safari meliputi, Karesidenan Banyumas Raya: Mencakup Banjarnegara, Purbalingga, Wonosobo, Purworejo, hingga Kebumen. Karesidenan Pekalongan Raya: Mencakup Brebes, Tegal, Pemalang, hingga Batang.
Selain itu, Karesidenan Semarang & Pati Raya: Mencakup Kendal, Demak, Salatiga, Grobogan, hingga Blora dan Rembang dan Karesidenan Solo Raya: Mencakup Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, hingga Karanganyar dan Sragen.
Sinergi Strategis
Keberhasilan luar biasa ini merupakan buah sinergi kokoh antara Lazismu, Majlis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Melalui skema Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang mendapat pendanaan dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah (program Risetmu 2025-2026), para dosen terjun langsung sebagai garda terdepan literasi zakat.
Ketua tim pengabdian masyarakat, Lukmanul Hakim, Lc., M.H., menegaskan bahwa keterlibatan lintas institusi ini memberikan dampak nyata bagi kesadaran publik.
“Lazismu, Majlis Tabligh, dan para dosen UMS bersinergi mengedukasi masyarakat mengenai zakat melalui safari dakwah. Kami turun langsung untuk memberikan pemahaman komprehensif bahwa zakat adalah instrumen kesejahteraan umat,” ujar Lukmanul Hakim.
Ia menambahkan bahwa lonjakan perolehan zakat tahun ini memvalidasi keberhasilan kolaborasi tersebut. “Masyarakat memberikan kepercayaan penuh ketika gerakan dakwah dan akademisi menyatu dengan manajemen zakat yang profesional,” imbuhnya.
Wakil Ketua 1 Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah, Ikhwanushoffa, S.Pd., mengungkapkan bahwa kesuksesan ini merupakan hasil kerja keras para amil di seluruh tingkatan.
“Safari dakwah ini bukan sekadar sosialisasi, melainkan bentuk kehadiran Muhammadiyah untuk mendengar aspirasi sekaligus mengedukasi masyarakat. Perolehan Rp92 miliar ini memperbesar tanggung jawab kami untuk menyalurkan dana secara tepat sasaran melalui program-program inovatif,” ujarnya.
Lazismu akan mengalokasikan dana tersebut untuk berbagai pilar program, mulai dari pendidikan (beasiswa), kesehatan, ekonomi (pemberdayaan UMKM), sosial dakwah, hingga kemanusiaan. Hal ini bertujuan agar manfaat zakat menyentuh mereka yang membutuhkan di seluruh pelosok Jateng.



