
SEMARANG, Jatengnews.id – Ketekunan dan disiplin tinggi menjadi kunci utama bagi Raina Ghina Fairuz dalam menyeimbangkan dua dunia yang menuntut fokus maksimal antara olahraga menembak dan pendidikan.
Mahasiswi Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Soegijapranata Catholic University (SCU) ini membuktikan bahwa status atlet nasional tidak menghalangi capaian akademik yang gemilang.
Raina, yang merupakan atlet andalan Perbakin Jawa Tengah, resmi menjadi salah satu dari 523 lulusan yang mengikuti Wisuda Periode I 2026 SCU atau Unika Soegijapranata di Kampus 1 Bendan, Sabtu (11/4/2026).
Perjalanan Raina meraih gelar sarjana tidaklah instan. Di awal masa kuliah, ia sempat mengajukan cuti karena padatnya jadwal kejuaraan, yang berdampak pada penurunan indeks prestasi (IPK).
“Sejujurnya saya tidak menyangka bisa lulus tepat waktu (3,5 tahun). Saya sempat mengira baru akan selesai tahun depan karena pernah cuti dan harus mengulang beberapa mata kuliah,” ungkap dara kelahiran Semarang, 1 Oktober 2003 tersebut.
Untuk mengejar ketertinggalan, alumni SMAN 1 Semarang ini menerapkan jadwal yang ketat. Ia memilih kelas pagi agar bisa berlatih di arena menembak Perbakin Jateng, Kompleks Jatidiri, pada sore hari. Strategi “langsung kerjakan tugas setelah kuliah” menjadi rahasianya agar hobi dan studi tidak saling berbenturan.
Prestasi Nasional dan Dukungan Kampus
Dukungan penuh dari pihak kampus membuat Raina mampu terus mengasah kemampuan non-akademiknya. Salah satu prestasi paling prestisius yang ia catat adalah meraih medali perak di ajang PON XXI Aceh-Sumut 2024 pada kategori beregu nomor 10M Air Rifle.
Usai resmi menyandang gelar sarjana, Raina kini mengalihkan fokusnya untuk membidik emas di ajang Porprov 2026, di mana ia akan turun dalam dua nomor mewakili Kota Semarang.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan SCU, Prof. Berta Bekti Retnawati, menyampaikan bahwa Raina adalah salah satu contoh nyata profil lulusan SCU yang adaptif terhadap tantangan.
Secara umum, performa lulusan periode ini mencatatkan angka yang impresif, diantaranya, 81 Persen mahasiswa lulus tepat waktu. 0,55 Bulan merupakan rata-rata masa tunggu untuk mendapatkan pekerjaan dan 17 Persen lulusan bahkan sudah bekerja sebelum resmi memakai toga.
Selain Raina, Prof. Berta juga memberikan apresiasi kepada Louisa Daphne Clarabelle Suwandi (Teknik Informatika) yang langsung bekerja sepekan pasca-wisuda, serta duo mahasiswa kedokteran berprestasi nasional, Daniela Arsanti Suhartono dan Pryanggadanie Hoetomo Putra, yang kini tengah menjalani masa Koas.
Prosesi wisuda kali ini juga tampil beda dengan integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI) dan komitmen lingkungan melalui pemberian 160 bibit tanaman kepada para wisudawan. (01)