19 Rumah di Demak Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Tidak hanya pohon tumbang, tetapi rumah juga bisa roboh akibat terpaan angin kencang. Warga harus lebih waspada

DEMAK, Jatengnews.id – Hujan deras disertai angin puting beliung menerjang Desa Jamus, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, pada Minggu (12/4/2026) siang.

Peristiwa yang berlangsung singkat itu menyebabkan 19 rumah warga mengalami kerusakan, serta lima pohon tumbang.

Kepala Desa Jamus, Muh Rifa’i, mengatakan bahwa sebagian besar kerusakan yang dialami warga tergolong ringan. Namun, terdapat beberapa rumah yang mengalami kerusakan cukup parah.

“Total ada 19 rumah rusak dan 5 pohon tumbang. Kejadiannya sangat cepat, kurang dari tiga menit,” ujar Rifa’i, Senin (13/4/2026).

Ia menjelaskan, dari total rumah terdampak, empat rumah mengalami kerusakan berat, satu rumah rusak sedang, dan 14 lainnya rusak ringan. Kerusakan paling parah terjadi pada rumah milik Khoironi yang dihuni empat kepala keluarga.

“Rumah Pak Khoironi yang paling parah. Bahkan video kanopi yang terbang sempat viral. Namun, alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” tambahnya.

Salah satu warga, Rina, mengaku sempat merekam detik-detik saat angin kencang menerjang rumahnya. Dalam rekaman tersebut terlihat kanopi rumah terangkat dan terbang akibat terpaan angin.

“Kejadiannya tidak sampai lima menit. Di video saya hanya sekitar satu menit, saat kanopi terbang,” ungkap Rina.

Ia juga menceritakan kepanikan yang terjadi saat angin mulai kencang. Warga berusaha menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam rumah untuk menghindari bahaya.

“Semua panik, apalagi banyak anak-anak. Saya langsung menyuruh mereka masuk. Ternyata benar, angin makin kencang dan langsung mengangkat kanopi,” lanjutnya.

Saat ini, pemerintah desa masih melakukan pendataan serta mengupayakan bantuan bagi warga terdampak. Rifa’i juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat terjadi hujan disertai angin kencang.

“Kami mengimbau warga menghentikan aktivitas di luar rumah saat hujan dan angin kencang. Lebih baik berlindung demi keselamatan keluarga,” tegasnya.

Sementara itu, Babinsa Koramil 12/Mranggen, Serma Indro Lestari, bersama warga melakukan gotong royong membersihkan puing-puing rumah yang rusak. Ia menjelaskan, kerusakan pada bagian atap rumah seperti kanopi, genteng, asbes, dan galvalum disebabkan oleh kuatnya terjangan angin.

“Angin kencang sekitar pukul 13.30 WIB menerbangkan beberapa bagian atap rumah di Dukuh RT 13 RW 04, hingga menimpa bangunan lainnya,” jelasnya.

Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Warga bersama aparat setempat kini fokus membersihkan material reruntuhan dan memanfaatkan kembali bahan yang masih layak.

“Kami bersama warga bergotong royong mengumpulkan material yang masih bisa digunakan untuk memperbaiki rumah,” ujarnya.

Terpisah, Pgs. Danramil 12/Mranggen, Kapten Arm Prih Wijiono, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut Babinsa langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pemerintah desa serta membantu warga terdampak.

“Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap warga yang terkena musibah. Semoga bisa meringankan beban mereka,” kata Danramil.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan, mengingat potensi angin kencang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Tidak hanya pohon tumbang, tetapi rumah juga bisa roboh akibat terpaan angin kencang. Warga harus lebih waspada,” pungkasnya. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN