
SEMARANG, Jatengnews.id – Tren mudik menggunakan kendaraan listrik (EV) di Indonesia kini memasuki babak baru. Berkat perluasan jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) oleh PLN di berbagai jalur strategis, para pemudik kini tak lagi dihantui range anxiety atau kekhawatiran kehabisan daya di tengah jalan.
Salah satu terobosan utama tahun ini adalah pengoperasian unit Daya+ berkapasitas 120 kW (Ultra Fast Charging). Teknologi ini memangkas waktu pengisian daya secara signifikan, sehingga jauh lebih efisien dibandingkan pengisian konvensional.
Untuk meningkatkan kenyamanan, PLN juga menyediakan fasilitas pendukung yang mumpuni diantaranya, Area Parkir Luas: Menjamin keamanan kendaraan saat ditinggal mengisi daya.Fasilitas Lounge: Ruang tunggu nyaman bagi pengendara untuk melepas lelah agar kembali segar saat berkendara. Integrasi Aplikasi: Pemudik dapat memantau lokasi SPKLU, ketersediaan soket, hingga status pengisian secara real-time melalui genggaman ponsel.
Efisiensi nyata dirasakan oleh salah satu pemudik, Sekar Berliana. Dalam perjalanannya dari Semarang menuju Wonosobo, ia mengaku sangat terkesan dengan penghematan biaya yang didapat dengan menggunakan mobil listrik.
“Perjalanan kembali ke Semarang hanya menghabiskan biaya sekitar Rp100 ribu. Ini jauh lebih hemat dan ekonomis dibandingkan menggunakan kendaraan berbahan bakar konvensional,” ungkap Sekar.
Selain aspek biaya, ia menekankan bahwa keberadaan SPKLU yang tersebar merata memberikan rasa tenang selama di perjalanan.
Digitalisasi dan penguatan infrastruktur ini merupakan komitmen nyata dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Dengan fasilitas yang semakin memadai, penggunaan mobil listrik saat mudik bukan lagi sekadar alternatif, melainkan solusi masa depan yang cerdas dan ramah lingkungan.
Kini, beralih ke kendaraan listrik bukan hanya soal gaya hidup, tetapi kontribusi nyata bagi transisi energi bersih di tanah air. (01).