Beranda Daerah Dari Listrik ke Pesisir Sejahtera, Kiprah PLN UIK Tanjung Jati B Angkat...

Dari Listrik ke Pesisir Sejahtera, Kiprah PLN UIK Tanjung Jati B Angkat Petambak dan Jaga Alam

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan ini menghadirkan inovasi pemberdayaan bertajuk Bandeng Kalingga, yang menyasar penguatan ekonomi petambak

Tambak Bandeng Kalingga, mitra binaan TJSL PLN UIK Tanjung Jati B. (Foto : Dok PLN)

JEPARA, Jatengnews.id – Tak sekadar memastikan pasokan listrik tetap andal, PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Tanjung Jati B juga menunjukkan peran strategisnya dalam mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir dan pelestarian lingkungan.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan ini menghadirkan inovasi pemberdayaan bertajuk Bandeng Kalingga, yang menyasar penguatan ekonomi petambak sekaligus perlindungan kawasan pesisir dari ancaman abrasi dan dampak perubahan iklim.

Assistant Manager TJSL, Haris Fujiari, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang sebagai model pemberdayaan terpadu yang menggabungkan aspek ekonomi, lingkungan, dan teknologi.

“Bandeng Kalingga tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil tambak, tetapi juga menghadirkan solusi berkelanjutan melalui konservasi mangrove, elektrifikasi tambak, hingga pemanfaatan teknologi seperti sistem IoT untuk budidaya,” ungkapnya saat pemaparan dalam ajang TOP CSR Awards 2026.

Tim TJSL PLN UIK Tanjung Jati B melakukan monitoring ketersediaan stok pakan mandiri tambak Bandeng Kalingga. (Foto : Dok PLN)
Tim TJSL PLN UIK Tanjung Jati B melakukan monitoring ketersediaan stok pakan mandiri tambak Bandeng Kalingga. (Foto : Dok PLN)

Program ini dijalankan di Desa Ujungwatu dengan pendekatan menyeluruh, mulai dari rehabilitasi ekosistem pesisir, penyediaan akses listrik untuk tambak, hingga penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat melalui koperasi. Inovasi seperti Salino Control dan Feed Flow turut diterapkan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas budidaya bandeng.

Bandeng Kalingga mengusung konsep Nature-Based Co-Powerment, yang diwujudkan melalui tiga pilar utama:

Jaga Pantura: fokus pada konservasi dan rehabilitasi pesisir,
Daya Pantura : penguatan ekonomi dan produktivitas tambak,
Bala Pantura: pengembangan kelembagaan komunitas.

Melalui strategi ini, tambak tradisional didorong bertransformasi menjadi lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Program ini juga memperkuat kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi pesisir yang tangguh.

Selain meningkatkan produktivitas, pendekatan electrifying aquaculture yang diterapkan terbukti mampu menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan hasil panen. Di sisi lain, penanaman mangrove memberikan perlindungan alami terhadap abrasi dan memperbaiki kualitas lingkungan pesisir.

Secara nyata, program ini telah menghasilkan omzet mencapai Rp1,57 miliar per tahun, dengan rata-rata pendapatan petambak sekitar Rp3,5 juta per bulan. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya.

Bagi perusahaan, keberhasilan program ini turut memperkuat kepercayaan masyarakat serta mendukung implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Hubungan yang harmonis dengan warga sekitar menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan operasional.

Sementara itu, bagi masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya, manfaat yang dirasakan meliputi peningkatan kapasitas usaha, perbaikan lingkungan pesisir, serta terbukanya peluang kolaborasi lintas sektor.

Dengan pendekatan yang tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi mendorong kemandirian, Bandeng Kalingga menjadi contoh bagaimana program sosial perusahaan dapat menciptakan nilai bersama—baik bagi masyarakat, lingkungan, maupun keberlanjutan bisnis itu sendiri. (ADV)

Exit mobile version