SEMARANG, Jatengnews.id – Sebanyak 908 mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) baru saja menyelesaikan program Magang Kependidikan di berbagai sekolah, termasuk di SMP Negeri 32 Semarang. Program yang berlangsung sejak 27 Januari hingga 16 April 2026 ini bertujuan membentuk kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik profesional.
Program tersebut merupakan implementasi kurikulum terintegrasi yang menggabungkan magang kerja dan magang kependidikan sebagai agenda wajib mahasiswa. Melalui kegiatan ini, para mahasiswa tidak hanya mempraktikkan teori mengajar secara langsung, tetapi juga belajar beradaptasi dengan dinamika lingkungan sekolah yang sebenarnya.
Ketua Lembaga Pengembangan Profesi (LPP) UPGRIS, Dr. Fenny Roshayanti, M.Pd., menjelaskan bahwa kampus berkomitmen mencetak guru yang siap menghadapi tantangan dunia pendidikan modern.
“Kami mempersiapkan mahasiswa sejak awal, mulai dari peminatan karier di semester dua hingga pengembangan diri di semester lima. Jadi saat terjun magang, mereka sudah memiliki bekal yang cukup,” ujar Fenny.
Ia menambahkan, LPP UPGRIS mendampingi mahasiswa secara berkelanjutan melalui serangkaian pelatihan dan pembekalan teknis. Selama bertugas, mahasiswa juga wajib mencatat aktivitas harian melalui sistem terintegrasi agar seluruh kegiatan terdokumentasi sesuai standar akademik.
Kepala SMP Negeri 32 Semarang, Happy Anggaryani Sri Wilujeng, S.Pd., menyambut hangat kehadiran para mahasiswa magang. Menurutnya, program ini memberikan keuntungan timbal balik bagi sekolah maupun mahasiswa.
“Kami merasa sangat terbantu, terutama dalam proses pembelajaran di kelas. Di sisi lain, para siswa kami mendapatkan pengalaman belajar yang lebih variatif bersama kakak-kakak mahasiswa,” ungkap Happy.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Guru Pamong SMPN 32 Semarang, Endang Susilowati, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kinerja mahasiswa selama di lapangan. Ia menilai para peserta magang menunjukkan semangat tinggi dan kreativitas dalam menyampaikan materi kepada siswa.
Pengalaman Nyata bagi Mahasiswa
Bagi para mahasiswa, program ini menjadi jembatan penting menuju dunia kerja. Septi Rahmawati Devi, salah satu peserta magang, mengaku memperoleh banyak pelajaran berharga yang tidak didapatkan di ruang kuliah.
“Magang ini memberi pengalaman nyata tentang cara mengelola kelas, berinteraksi dengan siswa, hingga menghadapi berbagai tantangan langsung di lapangan,” tuturnya.
Pada tahun akademik 2025/2026 ini, program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) diikuti oleh mahasiswa semester enam dari 13 program studi kependidikan, termasuk BK, PGSD, PBSI, Pendidikan Ekonomi, hingga PJKR.
Sebelum terjun ke sekolah, pihak kampus telah membekali mereka dengan pemahaman mendalam terkait perencanaan pembelajaran, pelaksanaan kelas, serta asesmen hasil belajar siswa sesuai kurikulum yang berlaku. (01).
