KARANGANYAR, Jatengnews.id – Personel Polres Karanganyar menggelar latihan rutin pengendalian massa sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi situasi kontingensi, khususnya terkait penanganan aksi unjuk rasa, Senin (20/4/2026).
Kegiatan latihan ini melibatkan sebanyak 420 personel yang terdiri dari tim negosiator, Dalmas awal, hingga tim penegakan hukum. Latihan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan anggota dalam mengelola massa, melakukan negosiasi, serta mengambil langkah penegakan hukum apabila situasi memerlukan.
Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti mengatakan, latihan tersebut, pendekatan yang ditekankan adalah komunikasi yang baik serta tindakan yang humanis terhadap masyarakat yang menyampaikan pendapat di muka umum.
“Latihan ini bertujuan untuk mengecek kesiapsiagaan personel Polres Karanganyar dalam menghadapi berbagai situasi kontingensi, terutama penanganan unjuk rasa. Yang kita kedepankan adalah komunikasi dan pendekatan humanis kepada masyarakat,”terangnya.
Menurut Kapolres, selain melatih teknik pengendalian massa, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mengantisipasi potensi kerawanan yang dapat muncul, baik dari isu lokal di Kabupaten Karanganyar maupun isu nasional yang berdampak di daerah.
Pihak kepolisian juga mempertimbangkan kebutuhan perbantuan personel bagi wilayah lain di sekitar Soloraya maupun di tingkat Polda apabila sewaktu-waktu diperlukan.
“Latihan simulasi kali ini tidak hanya dilakukan di lingkungan Polres, tetapi juga dilaksanakan langsung di lokasi yang diasumsikan menjadi objek sasaran unjuk rasa, yakni kawasan Kantor Bupati Karanganyar. Hal tersebut bertujuan agar personel lebih memahami kondisi medan serta titik-titik yang memerlukan pengamanan khusus,”ujarnya.
Melalui latihan ini, diharapkan seluruh personel semakin terlatih dan siap menjalankan tugas pengamanan dengan profesional, terukur, serta tetap mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat.(03)
