SEMARANG, Jatengnews.id – Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-479 Kota Semarang dipastikan akan diramaikan dengan berbagai kegiatan lintas sektor yang melibatkan masyarakat luas, komunitas, hingga pelaku ekonomi kreatif.
Seluruh agenda tersebut telah mulai digelar sejak pertengahan April dan akan mencapai puncaknya pada awal Mei 2026.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan telah resmi diluncurkan sejak 14 April 2026. Sejumlah agenda sosial, keagamaan, kesehatan, hingga kebudayaan telah dan akan terus dilaksanakan secara bertahap.
“Rangkaian kegiatan sudah dimulai sejak 14 April dan melibatkan banyak unsur masyarakat serta komunitas,” ujar Indriyasari, Selasa (21/4).
Sejumlah kegiatan keagamaan dan pengabdian kepada masyarakat juga telah digelar sebagai bagian dari penguatan nilai sosial dalam perayaan tahun ini.
Kegiatan seni budaya disebut menjadi salah satu fokus utama dalam peringatan tahun ini. Perayaan Paskah bersama telah dilaksanakan lebih dahulu, kemudian agenda seni lintas agama berupa pertunjukan ogoh-ogoh dijadwalkan digelar pada 26 April.
“Ogoh-ogoh sebagai bagian dari seni budaya lintas agama akan tetap dilaksanakan dan menjadi daya tarik tersendiri,” ungkapnya.
Keterlibatan berbagai unsur budaya disebut terus diperluas agar perayaan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga inklusif.
Puncak peringatan Hari Jadi Kota Semarang akan dilaksanakan pada 2 hingga 3 Mei 2026. Pada hari pertama, upacara resmi akan terlebih dahulu digelar pada pagi hari sebelum rangkaian acara hiburan dan ekonomi kreatif dimulai.
Festival UMKM akan dibuka dan diikuti oleh ratusan pelaku usaha yang ditempatkan di kawasan Simpang Lima Semarang.
“Festival UMKM akan dihadirkan dan diikuti oleh banyak pelaku usaha yang ditempatkan di area Simpang Lima,” kata Indriyasari.
Pada malam harinya, agenda Semarang Night Carnival kembali akan digelar dengan skala lebih besar. Sekitar 700 peserta dijadwalkan terlibat dalam defile yang akan dimulai dari kawasan Balai Kota hingga Simpang Lima.
Perubahan rute telah dilakukan setelah evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya agar konsentrasi massa dapat lebih tersebar.
“Sekitar 700 orang akan diikutsertakan dalam defile dari Balai Kota menuju Simpang Lima,” ujarnya.
Partisipasi peserta juga akan datang dari dalam negeri, luar kota, hingga luar negeri.
Partisipasi internasional turut diperluas dalam penyelenggaraan tahun ini. Sedikitnya lima negara telah dipastikan akan ikut serta, yakni Tiongkok, Jepang, Belanda, dan Prancis, sementara satu negara lainnya masih dalam konfirmasi akhir.
“Partisipasi dari luar negeri terus meningkat setiap tahun,” kata Indriyasari.
Keterlibatan wisatawan juga diharapkan meningkat seiring terbukanya ruang publik selama perayaan berlangsung.
Koordinasi dengan aparat kepolisian dan pihak terkait telah dilakukan untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas selama kegiatan berlangsung.
Rekayasa arus kendaraan akan diterapkan agar masyarakat tetap dapat menikmati rangkaian acara dengan aman dan tertib.
“Masyarakat diharapkan dapat menyaksikan dengan nyaman tanpa gangguan kemacetan,” ujarnya.
Tahun ini, tema yang diusung adalah “Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat”. Tema tersebut merupakan penguatan dari tahun sebelumnya yang menekankan persatuan dan kemajuan kota.
Perubahan rute defile telah dilakukan dari sebelumnya Balai Kota menuju Simpang Lima, dengan pertimbangan ruang publik yang lebih luas dan terpusatnya hiburan.
Dengan perubahan tersebut, seluruh rangkaian hiburan dan resepsi hari jadi akan dipusatkan di kawasan Simpang Lima agar dapat dinikmati masyarakat lebih optimal.
Sejumlah hiburan musik juga telah dijadwalkan, termasuk penampilan Wali Band pada 2 Mei serta Denny Caknan pada 3 Mei. Selain itu, kegiatan jalan sehat atau “melaku bareng” akan digelar pada pagi hari tanggal 3 Mei.
Agenda tersebut akan dirangkaikan dengan kegiatan lingkungan dan ketahanan pangan, termasuk penukaran sampah plastik serta pengurangan limbah.
“Penukaran botol plastik akan dilakukan sebagai bagian dari edukasi lingkungan,” ujar Indriyasari. (03)
