
KARANGANYAR, Jatengnews.id – Realisasi investasi di Kabupaten Karanganyar pada tahun 2025 menunjukkan tren positif. Nilainya mencapai Rp5,218 triliun atau meningkat sekitar Rp16 miliar dibandingkan realisasi tahun 2024 yang berada di angka Rp5,202 triliun.
Dari total tersebut, investasi yang tercatat melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) menyumbang sekitar Rp2,618 triliun. Sementara itu, sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK) turut berkontribusi sebesar Rp1,677 triliun. Sektor manufaktur masih menjadi penyumbang terbesar dalam capaian investasi di wilayah ini.
Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Karanganyar, Muis Zamroni, menyampaikan bahwa peningkatan investasi tidak terlepas dari kondisi daerah yang relatif aman dan kondusif bagi dunia usaha.
“Faktor keamanan wilayah yang stabil menjadi salah satu daya tarik utama bagi investor. Selain itu, kemudahan dalam pelayanan perizinan juga sangat membantu dalam mendorong masuknya investasi,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Ia menambahkan, peningkatan aksesibilitas wilayah juga turut berperan penting. Keberadaan tiga pintu tol dinilai mampu memperlancar mobilitas serta distribusi barang dan jasa.
“Dengan akses yang semakin mudah, kegiatan usaha menjadi lebih efisien dan ini tentu menjadi pertimbangan bagi para investor,” jelasnya.
Untuk realisasi investasi pada triwulan pertama tahun 2026, pihaknya masih menunggu rekapitulasi laporan dari LKPM yang umumnya dirilis setiap tiga bulan. Data tersebut diperkirakan mulai tersedia pada April 2026.
Muis juga mengungkapkan bahwa sejumlah investor kembali melirik Karanganyar sebagai lokasi penanaman modal. Salah satunya berasal dari industri rokok, yakni Djarum Super.
“Beberapa investor mulai menunjukkan minat kembali untuk berinvestasi di Karanganyar. Ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Pemerintah daerah berharap tren peningkatan investasi ini dapat terus berlanjut di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dihadapi dunia usaha saat ini.(02)