KARANGANYAR, Jatengnews.id — Pemerintah Kabupaten Karanganyar mencatat progres pelaksanaan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus menunjukkan perkembangan positif. Dari target sekitar 134 unit, sebanyak 89 unit SPPG kini telah beroperasi.
Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, mengatakan capaian tersebut menandakan program pemenuhan gizi masyarakat berjalan sesuai rencana.
“Dari total rencana sekitar 134 SPPG, yang sudah operasional saat ini mencapai 89 unit. Program ini masih terus berjalan dan progresnya sudah on the track,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah telah membentuk satuan tugas untuk memastikan pelaksanaan program berjalan optimal di lapangan. Koordinasi juga terus dilakukan dengan Badan Gizi Nasional guna mengantisipasi berbagai kendala teknis.
Terkait isu keamanan pangan, Adhe memastikan kasus keracunan yang sempat terjadi sebelumnya kini sudah tidak lagi masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Meski demikian, evaluasi tetap dilakukan apabila ditemukan kasus serupa.
“Kasus keracunan yang dulu sempat terjadi sudah tidak ada lagi. Kalau ada satu dua kejadian, tentu akan kami evaluasi untuk perbaikan,” jelasnya.
Dalam waktu dekat, Pemkab Karanganyar juga akan mengumpulkan seluruh mitra SPPG, termasuk pengelola dapur dan yayasan, untuk melakukan evaluasi menyeluruh.
“Kami akan kumpulkan seluruh mitra SPPG. Jika ada yang sudah berjalan baik, bisa menjadi contoh bagi yang lain. Jika ada kendala, kita carikan solusi bersama,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah daerah mendorong pemanfaatan potensi lokal dalam penyediaan bahan pangan. Kebutuhan komoditas seperti telur dan daging akan dipetakan untuk menilai kemampuan produksi daerah.
Apabila mencukupi, pelaku UMKM dan petani lokal akan dilibatkan sebagai pemasok utama. Namun, jika belum, pasokan akan didatangkan dari luar daerah guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan.
Adhe menegaskan, variasi menu tetap harus memperhatikan kandungan gizi yang dibutuhkan masyarakat.
“Meski menu bisa bervariasi, unsur gizi seperti protein, susu, dan nutrisi lainnya harus tetap terpenuhi,” pungkasnya.(02)
