SEMARANG, jatengnews.id – Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan di kawasan Johar, Semarang, pada Kamis malam sekitar pukul 22.00 WIB. Kobaran api dengan cepat menjalar ke berbagai blok lapak pedagang, membuat situasi tak terkendali dalam waktu singkat.
Ratusan pedagang tidak sempat menyelamatkan barang dagangan mereka saat api semakin membesar. Tercatat sebanyak 468 kios dan lapak hangus terbakar dalam peristiwa tersebut. Asap tebal yang membumbung tinggi memperparah kondisi dan menyulitkan proses penanganan di lokasi.
Salah satu pedagang, Sugiono (52), menjadi saksi sekaligus korban dalam kebakaran itu. Ia mengaku baru mengetahui kejadian setelah melihat informasi dari status, lalu bergegas ke lokasi sekitar pukul 00.00 WIB. Namun saat tiba, api sudah tak terkendali.
“Tahunya kebakaran dari status, jam 12 itu saya ke sini, tapi api sudah besar jadi tidak bisa diselamatkan,” ujarnya, Kamis 30 April 2026.
Seluruh barang dagangannya berupa tas dan makanan habis dilalap api. Ia memperkirakan kerugian mencapai puluhan juta rupiah, meski belum bisa menghitung secara pasti.
“Wah enggak tahu ini, puluhan mungkin ya,” tambahnya.
Besarnya kobaran api membuat para pedagang hanya bisa pasrah menyaksikan lapak mereka dilahap si jago merah tanpa bisa melakukan penyelamatan.
Hingga kini, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Para pedagang mengaku tidak mengetahui asal mula api yang tiba-tiba membesar di dalam area pasar.
“Enggak tahu sama sekali, belum tahu,” kata Sugiono.
Pedagang lain, Bambang Widodo (73), juga mengalami nasib serupa. Lapak konveksi miliknya yang berada di bagian tengah pasar hangus total bersama seluruh isi dagangan berupa kain dan pakaian jadi.
“Ya kita lihat habis semua, habis semua, di lapak bagian tengah,” ungkapnya.
Bambang mengaku baru mengetahui kejadian tersebut pada pagi hari setelah menerima informasi sekitar pukul 07.00 WIB. Saat tiba di lokasi, seluruh lapaknya sudah rata dengan puing-puing.
“Cuman ada berita jam 7 tadi ada kebakaran, saya kemari lihat sudah habis semua,” katanya.
Keterlambatan informasi membuat sebagian pedagang tidak sempat melakukan upaya penyelamatan barang. Akibat kebakaran ini, aktivitas perdagangan di Pasar Kanjengan lumpuh total.
Kerusakan meluas ke berbagai blok, termasuk area tengah yang menjadi pusat aktivitas konveksi. Seluruh struktur lapak dilaporkan hancur dan tidak dapat digunakan kembali.
Sejumlah pedagang menyebut adanya rencana relokasi ke pasar lain, seperti ke area lain di Pasar Johar. Namun hingga kini, mekanisme pemindahan masih belum jelas.
“Ada minat di Pasar Johar, tapi kita belum tahu prosesnya, masih bingung,” ujar Bambang.
Skema relokasi masih dalam tahap pembahasan, termasuk kabar bahwa pendaftaran lapak baru tidak akan dikenakan biaya. (03)
