
SEMARANG, Jatengnews.id – Upaya menciptakan generasi mandiri terus digencarkan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) UIN Walisongo.
Melalui pelantikan pengurus baru periode 2025–2028 di Gedung Badan Kesbangpol Jawa Tengah, Minggu (10/5/2026), organisasi ini menargetkan lahirnya 1.000 pengusaha muda baru dari lingkungan kampus.
Target tersebut menjadi langkah nyata HIPMI PT UIN Walisongo dalam menjawab tantangan sempitnya lapangan pekerjaan bagi lulusan perguruan tinggi. Organisasi ini ingin mengubah pola pikir mahasiswa dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.
Ketua Umum HIPMI PT UIN Walisongo, M. Nabil Muallif, mengatakan pihaknya akan memperkuat peran organisasi sebagai ruang pembinaan, pendampingan, hingga inkubator bisnis mahasiswa.
“Kami ingin kader HIPMI menjadi generasi yang mampu menopang ekonomi bangsa. Target kami ke depan adalah mencetak 1.000 pengusaha muda baru dari UIN Walisongo,” ujar Nabil.
Menurutnya, sektor UMKM selama ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional sehingga dibutuhkan lebih banyak anak muda yang berani terjun ke dunia usaha dengan inovasi dan kreativitas.
Dukungan terhadap gerakan kewirausahaan mahasiswa tersebut juga datang dari Wakil Wali Kota Semarang, Ir. H. Iswar Aminuddin, M.T. Ia menilai mahasiswa saat ini perlu mulai fokus membangun kapasitas diri di bidang bisnis dan teknologi masa depan.
“Pengusaha muda harus punya visi besar. Jangan hanya berpikir skala kecil, tetapi mampu menguasai inovasi teknologi dan keterampilan masa depan dengan tetap berbasis riset,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor III UIN Walisongo, Dr. Hj. Ummul Baroroh, M.Ag., menegaskan pentingnya mahasiswa memiliki kemandirian ekonomi di tengah tingginya angka lulusan sarjana setiap tahun.
“HIPMI harus menjadi motor penggerak agar mahasiswa tidak hanya menunggu pekerjaan, tetapi mampu menciptakan pekerjaan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Pelantikan pengurus HIPMI PT UIN Walisongo turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan dan mitra usaha lokal seperti Nusa Studio, Tumbas, Firm, dan Kahyangan Suite sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem bisnis mahasiswa di Kota Semarang. (03)