
SEMARANG, Jatengnews.id – Seorang anak kelas 2 SD berinisial A asal Bergas Kabupaten Semarang, meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Jawa Tengah, Senin (12/5/2026).
Kejadian ini terjadi usai korban bersama neneknya mengikuti kegiatan bus wisata gratis Kota Semarang. Wisata ini merupakan agenda salah satu Paud di Bergas yang menjadi tempat neneknya mengajar.
Staf Pelayanan Museum Ronggowarsita, Agung Nugroho menyampaikan, bahwa usai rombongan turun dari bus, nenek tersebut mendampingi dua anak termasuk korban untuk berswafoto di lingkungan halaman Museum Ranggawarsita.
“Saat kejadian saya tidak tahu karena posisi masih di sini (kantor) dan dikasihtahu ada anak yang tertimpa patung,” jelasnya saat ditemui Jatengnews.id di kantornya.
Saat ia mendatangi lokasi kejadian, kondisi korban sudah berada dipangkuan neneknya.
“Kemudian neneknya itu minta segera untuk diantarkan ke Rumah Sakit dan akhirnya pakai mobil kantor (milik museum),” tuturnya.
Katanya, berdasarkan cerita neneknya mereka habis naik bus dan mau ke parkiran belakang.
“Kemudian kedua anak yang bersama nenek tersebut minta foto sama patung,” jelasnya.
Selama di rumah sakit, nenek tersebut bercerita diduga anak tersebut tertimpa karena bergelantungan di patung setelah berfoto ria.
“Setelah foto itu, tak tinggal nengok bentar hanya berapa detik tiba-tiba brak tertimpa itu,” sambungnya.
Usai kejadian, kondisi korban masih sadar dan mengalami luka di bawah pelipis matanya, namun terus memegang perutnya.
“Korban itu sempat ngomong tidak mau dibawa ke rumah sakit, jadi kondisinya sadar. Namun karena mengeluh sesak nafas dan terus memegang perut akhirnya dibawa ke rumah sakit,” paparnya.
Korban dilarikan ke RS Colombia dan sempat menjalani proses penanganganan dari rumah sakit.
“Saya masukan lewat IGD, kejadian itu sekitar jam 10 lebih, jam setengah sebelas sampai rumah sakit jam dua belas masuk penanganan,” jelasnya.
Setelah dilakukan ct scan dan rontgen ia berpamitan untuk balik ke kantornya. “Kemudian ibunya itu memberi kabar bahwa ternyata ada pendarahan di hati,” ucapnya.
Sempat mau di rujuk ke Rumah Sakit Ken Saras, namun karena kondisi melemah sehingga dilakukan operasi di Rumah Sakit Colombia Asia Semarang.
“Usai operasi itu kabarnya kondisi naik turun-turun,” ujarnya.
Tiba-tiba pada paginya itu sekitar pukul 07.00 WIB kita dapat kabar bahwa korban meninggal dunia.
“Akhirnya kita (perwakilan Museum Ronggowardita) datang ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa,” tuturnya.
Katanya, pihak keluarga juga menyampaikan bahwa ini merupakan musibah sehingga tidak ingin membesar-besarkannya.
Kepala Museum Ronggowarsita, Agung Raharjo mengemukakan, bahwa bakal melakukan pengecekan ulang untuk seluruh aset di museum.
“Karena selama ini kita juga sudah memberikan himbauan anak-anak harus diawasi orang tua itu juga sudah di jaga neneknya namun kejadian seperti itu tidak ada yang tahu,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga menjelaskan bahwa setiap pengunjung pasti mendapat pendampingan dan setiap sisi ada keamanan dari museum.
“Sehingga ketika ada kejadian ini merupakan musibah yang diluar kendali kita,” pungkasnya. (01).