JEPARA, Jatengnews.id – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat kembali ditunjukkan PLN UIK Tanjung Jati B melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan menggelar pelatihan pengolahan pupuk organik dari limbah rumah tangga di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Senin (11/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Bank Sampah Tempur Berseri tersebut melibatkan masyarakat, pengurus bank sampah, pemerintah desa, hingga pemuda Karang Taruna Desa Tempur. Pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Pelatihan dibuka oleh Assistant Manager TJSL PLN UIK Tanjung Jati B, Haris Fujiari, bersama Petinggi Desa Tempur, Maryono, dan Ketua Bank Sampah Tempur Berseri, Zainal. Dalam sambutannya, Haris menjelaskan bahwa program ini merupakan implementasi pendekatan Nature Based Co-Powerment, yakni pengembangan masyarakat yang mengedepankan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi lokal.
Menurutnya, pengelolaan sampah tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah ekonomi melalui pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat.
Pada pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai teknik pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian maupun penghijauan lingkungan desa. Selain teori, peserta juga mengikuti praktik langsung agar mampu menerapkan pengolahan sampah secara mandiri di lingkungan masing-masing.

Keterlibatan Karang Taruna Desa Tempur turut menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Kehadiran generasi muda diharapkan mampu menjadi motor penggerak kesadaran lingkungan sekaligus menjaga keberlanjutan pengelolaan Bank Sampah Tempur Berseri di tengah masyarakat.
Ketua Bank Sampah Tempur Berseri, Zainal, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan berkelanjutan dari PLN UIK Tanjung Jati B, khususnya dalam pengembangan pengelolaan sampah dan pemberdayaan lingkungan di Desa Tempur.
Hal senada juga disampaikan Petinggi Desa Tempur, Maryono. Ia menilai konsistensi PLN dalam mendukung program desa telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan maupun mendukung aktivitas ekonomi berbasis pengelolaan sampah.
Sementara itu, General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau, menegaskan bahwa pelatihan pengolahan pupuk organik ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pemberdayaan masyarakat yang sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan.
“Melalui program TJSL, PLN UIK Tanjung Jati B terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kemandirian masyarakat, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara,” ujar Andi.
Melalui kegiatan ini, PLN UIK Tanjung Jati B berharap kemampuan masyarakat dalam mengelola sampah organik semakin meningkat, kesadaran lingkungan semakin tumbuh, serta tercipta sistem ekonomi sirkular desa yang mendukung pembangunan berkelanjutan di Desa Tempur dan sekitarnya. (ADV)