
Demak, JatengNews.id– Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Reguler Posko 05 turut aktif mendampingi kegiatan Tradisi Sedekah Bumi atau Apitan di Desa Mijen, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, pada Rabu-Jumat (6–8/5/2026).
Perayaan budaya tahunan ini terasa semakin istimewa karena pertunjukan ketoprak kembali dipentaskan setelah beberapa tahun vakum.
Puncak acara berlangsung pada Jumat (8/5/2026) dengan pagelaran wayang kulit yang dimulai siang hari.
Selain menjadi hiburan rakyat, pertunjukan tersebut juga menjadi upaya pelestarian budaya Jawa di tengah arus modernisasi.
Kepala Dusun Mijen, Ayu, mengatakan masyarakat menyambut antusias kembalinya pentas ketoprak dalam Sedekah Bumi tahun ini.
“Pertunjukan ketoprak ini baru bisa kembali kami gelar setelah beberapa tahun vakum. Ini menjadi bentuk pelestarian budaya agar kesenian tradisional tetap hidup dan dikenal generasi berikutnya,” ujarnya.
Rangkaian Sedekah Bumi diawali pada Rabu malam (6/5/2026), melalui tradisi Rosulan yang diikuti perangkat desa dan panitia. Kegiatan tersebut menjadi pembuka sakral sebelum memasuki acara inti.
Pada Kamis (7/5/2026), warga bergotong royong memasak daging kerbau hasil penyembelihan untuk dibagikan kepada masyarakat.
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 05 ikut membantu proses pembagian berkat ke rumah-rumah warga.
Kepala Desa Mijen, Qoimah, menyebut tradisi Sedekah Bumi rutin digelar setiap bulan Apit atau Dzulqa’dah sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil bumi yang melimpah.
“Tradisi Sedekah Bumi ini menjadi wujud syukur kepada Allah SWT atas rezeki dan hasil panen yang diberikan kepada warga Desa Mijen,” kata Qoimah.
Malam harinya, masyarakat mengikuti tasyakuran dan tirakatan bersama perangkat serta lembaga desa. Sekitar 150 peserta hadir dalam kegiatan tersebut.
Selain wayang kulit dan ketoprak, acara juga dimeriahkan tradisi tukar makanan hasil bumi oleh ibu-ibu desa sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pentas seni dari anak-anak TK, pelajar SD, hingga ibu-ibu PKK Desa Mijen.
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 05 turut memeriahkan acara melalui penampilan Senam Mijen Istimewa bersama Kepala Desa Qoimah dan pelatih senam Wiwik.
Kehadiran mahasiswa KKN dinilai membantu kelancaran acara sekaligus mempererat hubungan sosial dengan masyarakat.
Tradisi Sedekah Bumi Desa Mijen pun tidak hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga sarana menjaga nilai religius, budaya, dan gotong royong masyarakat desa.