Beranda Daerah KKN UIN Walisongo Dampingi Monev Balita Kurang Gizi dan Ibu Hamil KEK...

KKN UIN Walisongo Dampingi Monev Balita Kurang Gizi dan Ibu Hamil KEK di Desa Tanggul

Hasil monitoring menunjukkan kenaikan berat badan pada balita penerima PMT, sementara ibu hamil KEK masih memerlukan evaluasi lanjutan untuk peningkatan status gizinya.

monev balita kurang gizi kkn uin walisongo
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 8 bersama bidan desa dan kader PKK mendampingi kegiatan monitoring dan evaluasi balita kurang gizi serta ibu hamil KEK di PKD “Mutiara Hati” Desa Tanggul, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Selasa (5/5/2026) (Foto: Dok KKN).

Demak, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata(KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 8 turut mendampingi kegiatan tersebut di Desa Tanggul, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Selasa (5/5/2026).

Upaya pencegahan stunting dan penanganan gizi kurang terus dilakukan di tingkat desa melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Kegiatan yang berlangsung di PKD “Mutiara Hati” Desa Tanggul itu diikuti oleh 10 balita dan 1 ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK).

Agenda rutin bulanan tersebut bertujuan memantau perkembangan penerima Program Makanan Tambahan (PMT) melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, dan Lingkar Lengan Atas (LILA).

Bidan Desa Tanggul, Rika Nurul Hanifah, menjelaskan bahwa hasil monitoring menunjukkan adanya peningkatan berat badan pada sejumlah balita penerima PMT.

Namun, perkembangan ukuran LILA pada ibu hamil KEK masih belum mengalami perubahan signifikan sehingga perlu evaluasi lanjutan.

“Kita bisa evaluasi lagi untuk pemberian PMT bagi ibu hamil,” ujar Rika.

Ia menambahkan, penerima PMT balita berdasarkan status gizi BB/TB (Berat Badan menurut Tinggi Badan) yang masuk kategori kurang.

Sementara itu, ibu hamil yang menerima PMT adalah mereka yang memiliki ukuran LILA di bawah 23,5 sentimeter.

Kader PKK Desa Tanggul, Mustoliha mengatakan, salah satu faktor penyebab balita mengalami kurang gizi adalah pola asuh dan kebiasaan makan anak di rumah.

Menurutnya, masih banyak orang tua yang belum kreatif dalam menyajikan makanan sehingga anak mudah menolak makan.

“Kalau anak tidak mau makan ya dibiarkan, tidak berpikir bagaimana caranya agar anak mau makan,” ungkap Mustoliha.

Selain melakukan pendampingan, mahasiswa KKN juga membantu proses pencatatan data dan edukasi masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga usia balita.

Bidan Rika juga mengimbau para ibu hamil agar rutin mengikuti kelas ibu hamil, memeriksakan kandungan minimal satu kali setiap bulan.

“Meski tidak memiliki keluhan, serta tetap mengonsumsi tablet tambah darah secara rutin,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi tenaga kesehatan, kader PKK, dan mahasiswa KKN, harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi sejak dini.

Upaya tersebut juga menjadi langkah nyata dalam mencegah stunting dan gizi buruk di Desa Tanggul, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak.

Exit mobile version