
SRAGEN, Jatengnews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen bergerak cepat menangani pasca-robohnya bangunan MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Kecamatan Sambungmacan, yang terjadi pada Selasa (12/5/2026).
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menegaskan bahwa pihaknya langsung mengambil langkah taktis sesaat setelah insiden terjadi. Prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang optimal.
“Pemerintah Kabupaten Sragen menanggung sepenuhnya biaya pengobatan para korban,” tegas Sigit.
Selain fokus pada kesehatan korban, Pemkab Sragen aktif berkoordinasi dengan Organisasi Muhammadiyah, Kementerian Agama, dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mempercepat pembangunan kembali ruang kelas yang rusak.
“Kami sudah berdiskusi dengan Pak Wagub mengenai pembagian porsi bantuan. Tujuannya agar pembangunan segera berjalan dan siswa bisa kembali menggunakan ruang kelas mereka,” ujarnya.
Sigit menjelaskan bahwa renovasi nantinya mencakup tiga ruang kelas dalam satu rangkaian bangunan, bukan hanya satu ruangan yang ambruk. Hal ini dilakukan demi menjamin keamanan jangka panjang. Selain bangunan fisik, Pemkab Sragen juga akan membantu pengadaan mebel dan perlengkapan belajar yang hancur tertimpa reruntuhan.
Insiden ini menjadi momentum bagi Pemkab Sragen untuk mengevaluasi sekolah-sekolah lain yang kondisinya tidak layak. Sigit mengakui masih banyak bangunan sekolah di berbagai titik yang memerlukan perhatian serupa.
“Ini menjadi bahan evaluasi kami untuk menentukan prioritas penanganan ke depan,” katanya.
Berdasarkan pemeriksaan awal tim teknis, bangunan sekolah tersebut tampak masih kokoh jika dilihat dari luar. Namun, struktur atapnya ternyata sudah tidak layak akibat faktor usia. “Dindingnya masih bagus, tetapi struktur atapnya yang memang sudah rapuh,” tambah Sigit.
Peristiwa yang terjadi pada Selasa (12/5/2026) pukul 07.30 WIB tersebut melukai tujuh siswa dan satu guru. Hingga Kamis (14/5/2026), lima siswa masih menjalani perawatan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro, satu siswa di RSI Amal Sehat, sementara dua korban lainnya sudah kembali ke rumah.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Baznas juga telah menyalurkan bantuan langsung kepada para korban untuk meringankan beban mereka.
Kepala MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Mualif, menceritakan bahwa atap roboh secara tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda kerusakan awal. Saat itu, terdapat 12 siswa dan seorang guru yang sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar. (01).
Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara