
Demak, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler UIN Walisongo Semarang Posko 19 turut ambil bagian dalam tradisi Sedekah Bumi atau Selametan Apitan Desa Mandung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Kamis (14/5/2026).
Kegiatan tahunan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas limpahan hasil bumi sekaligus momentum mempererat kebersamaan antarwarga.
Tradisi Sedekah Bumi Desa Mandung kembali digelar meriah dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Kehadiran mahasiswa KKN UIN Walisongo turut membantu berbagai kebutuhan teknis kegiatan sekaligus membaur bersama warga dalam setiap rangkaian acara.
Sebelum acara inti dimulai, warga membawa berbagai hidangan dari rumah untuk dikumpulkan dan dibagikan bersama.
Aneka makanan tradisional, nasi, dan lauk-pauk memenuhi lokasi kegiatan sebagai simbol gotong royong serta keharmonisan masyarakat desa yang terus dijaga hingga kini.
Kepala Desa Mandung, Hartono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sedekah Bumi bukan sekadar tradisi adat, tetapi juga bentuk ungkapan syukur kepada Allah SWT atas nikmat kehidupan dan hasil bumi yang diberikan kepada masyarakat.
Ia mengajak warga menjadikan momen Selametan Apitan sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus memanjatkan doa agar Desa Mandung senantiasa diberikan keamanan, ketentraman, keberkahan rezeki, dan dijauhkan dari marabahaya.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil bersama yang dipimpin tokoh agama setempat.
Seluruh warga mengikuti doa bersama dengan khusyuk, mulai dari orang tua hingga generasi muda. Suasana religius dan penuh kekeluargaan terasa sepanjang kegiatan berlangsung.
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 19 juga turut mengikuti pembacaan tahlil bersama warga sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan nilai keagamaan masyarakat Desa Mandung.
Salah satu mahasiswa KKN Posko 19, Sindy, mengaku antusias mengikuti tradisi Apitan di Desa Mandung karena memiliki keunikan tersendiri dibandingkan tradisi sedekah bumi yang pernah ia ketahui sebelumnya.
Menurutnya, tradisi tukar-menukar makanan yang dilakukan warga bukan hanya sekadar berbagi hidangan, tetapi juga mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan dan rasa syukur dalam kehidupan masyarakat desa.
Sebagai penutup acara, panitia bersama mahasiswa KKN membagikan makanan kepada seluruh warga yang hadir.
Warga tampak antusias menikmati hidangan bersama dalam suasana penuh keakraban dan rasa syukur.
Keterlibatan mahasiswa KKN UIN Walisongo dalam kegiatan Sedekah Bumi Desa Mandung 2026 menjadi bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya mendukung pelestarian tradisi dan kearifan lokal yang masih terjaga hingga saat ini.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. Dian Pramesti