Beranda Daerah KKN UIN Walisongo Kunjungi UMKM Buruh Tenun di Desa Tanggul Demak

KKN UIN Walisongo Kunjungi UMKM Buruh Tenun di Desa Tanggul Demak

UMKM buruh tenun di Desa Tanggul menarik perhatian mahasiswa KKN UIN Walisongo sebagai salah satu penggerak ekonomi sekaligus penjaga warisan budaya lokal.

KKN UIN WS kunjungi UMKM buruh tenun
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 8 saat melakukan wawancara dan kunjungan ke UMKM buruh tenun milik warga Desa Tanggul, Kabupaten Demak, Rabu (13/05/2026) (Foto: Dok KKN).

Demak, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 8 melakukan kunjungan ke pelaku UMKM buruh tenun di Desa Tanggul, Kabupaten Demak, Rabu (13/05/2026).

Kegiatan ini dilakukan untuk mengenal lebih dekat kehidupan para buruh tenun sekaligus melihat potensi ekonomi lokal yang masih bertahan di tengah perkembangan zaman.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa KKN mewawancarai Ibu Koriah (38), seorang buruh tenun yang telah menekuni pekerjaan tersebut selama kurang lebih enam tahun.

Ia mulai bekerja sebagai penenun sejak 2018 sebelum sempat berhenti karena menjalani masa kehamilan dan persalinan.

Setelah beberapa tahun vakum, Ibu Koriah kembali melanjutkan pekerjaannya sebagai buruh tenun pada 2023 hingga sekarang.

Menariknya, kemampuan menenun yang dimilikinya diperoleh secara otodidak dengan belajar dari tetangga sekitar.

“Saya belajar menenun awalnya hanya dari melihat tetangga yang sudah lebih dulu bekerja sebagai penenun. Lama-lama saya mencoba sendiri sampai akhirnya bisa,” ujar Ibu Koriah.

Sebagai buruh tenun, Ibu Koriah mengerjakan aktivitas menenun di rumah sambil menjalankan pekerjaan rumah tangga sehari-hari. Ia membagi waktu bekerja dalam beberapa sesi mulai pagi hingga sore hari.

Sistem upah yang diterima berdasarkan jumlah hasil tenun yang diselesaikan. Setiap satu potong kain tenun dihargai Rp40 ribu, dan dalam sehari ia mampu menyelesaikan satu hingga dua potong tenun tergantung tingkat kesulitan pekerjaan.

Menurutnya, pekerjaan menenun membutuhkan kesabaran dan ketelitian agar hasil kain tetap rapi dan berkualitas.

Meski hanya menjadi pekerjaan sampingan, aktivitas tersebut cukup membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 8 menilai para buruh tenun memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan kerajinan tradisional sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat desa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat semakin peduli terhadap keberadaan UMKM buruh tenun sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal.

Selain itu, kunjungan tersebut juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk memahami perjuangan para pelaku UMKM di Desa Tanggul.

Exit mobile version