JEPARA, Jatengnews.id – PLN UIK Tanjung Jati B mengawali Program Pelatihan dan Sertifikasi Teknisi Scaffolding Tahun 2026 dengan memberikan pembelajaran dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kepada masyarakat ring 1 PLTU Tanjung Jati B.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Energo, Kompleks PLTU Tanjung Jati B, Senin (18/5/2026).
Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal agar memiliki kompetensi kerja yang sesuai standar industri, khususnya pada pekerjaan konstruksi dan pemeliharaan berbasis scaffolding atau perancah.
Pada sesi perdana, peserta mendapatkan materi pengenalan K3, aturan keselamatan pada pekerjaan konstruksi, hingga prosedur aman penggunaan scaffolding. Materi dasar tersebut menjadi tahap awal sebelum peserta menjalani pelatihan teknis, praktik lapangan, dan uji sertifikasi kompetensi.
Pembelajaran disampaikan oleh Suhartono, S.T. dari Satwasker Wilayah Pati. Materi merujuk pada sejumlah regulasi ketenagakerjaan dan keselamatan kerja, seperti UU Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Permenaker Nomor 1 Tahun 1980 tentang K3 Konstruksi Bangunan, serta SKB Menakertrans dan Menteri PU Tahun 1986 mengenai pelaksanaan dan pengawasan K3 konstruksi.
Pelatihan ini digelar mengingat tingginya risiko pekerjaan di area ketinggian, mulai dari potensi terjatuh, kesalahan pemasangan perancah, hingga kemungkinan runtuhnya struktur scaffolding. Karena itu, pemahaman mengenai budaya keselamatan kerja menjadi aspek penting yang harus dimiliki setiap pekerja.
General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau, mengatakan bahwa kompetensi teknis harus dibangun bersamaan dengan pemahaman keselamatan kerja yang kuat.

“Keselamatan merupakan fondasi utama dalam setiap pekerjaan, terutama pekerjaan di ketinggian yang memiliki risiko tinggi. Kami ingin peserta memahami pentingnya bekerja sesuai standar keselamatan sehingga mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman dan profesional,” kata Andi.
Menurutnya, program ini juga menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat sekitar wilayah operasional PLTU Tanjung Jati B.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat ring 1 memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing di dunia kerja. Tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga budaya kerja yang disiplin dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Selain meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal, program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
PLN UIK Tanjung Jati B terus berkomitmen menghadirkan program pengembangan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan keterampilan, keselamatan kerja, dan kesiapan tenaga kerja lokal menghadapi kebutuhan industri. (ADV)
Penulis : Alif Nazzala Rizqi
Editor : Jaka Nuswantara