Beranda Daerah Tanggul Jebol Sungai Plumbon Semarang, Satu Meninggal Dunia dan Produsen Tempe Tak...

Tanggul Jebol Sungai Plumbon Semarang, Satu Meninggal Dunia dan Produsen Tempe Tak Bisa Produksi

Karyawan produsen tempe, Sholikin (27) mengaku, banjir di tempat ia kerja bukan pertama kali mereka rasakan.

Potret rumah produksi tempe di Rt 1 Rw 1 Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.
Potret rumah produksi tempe di Rt 1 Rw 1 Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. (Foto:Kamal)

SEMARANG, Jatengnews.id – Banjir melanda wilayah Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, pada Jumat (15/5/2026) lalu. Akibatnya satu orang meninggal dunia dan produsen tempe tak bisa melakukan produksi.

Banjir yang menerjang Rt 1 Rw 1 tersebut, terjadi karena jebolnya tanggul Sungai Plumbon selebar 40 meter.

Karyawan produsen tempe, Sholikin (27) mengaku, banjir di tempat ia kerja bukan pertama kali mereka rasakan.

“Waktu itu tiba-tiba air meluap dan saking kencengnya air sehingga tanggulnya nggak kuat,” ujarnya saat ditemui Jatengnews.id Selasa (19/5/2026).

Saat kejadian, ia menceritakan bahwa terdengar suara keras “brak” saat tanggul tersebut jebol.

“Sebenernya kita sudah melakukan antisipasi dengan memasang papan di depan (rumah produksi), namun karena saking kencengnya air tersebut sehingga tidak mampu membendung banjir tersebut,” ungkapnya.

Saat kejadian itu, ia menceritakan bahwa kondisi air masuk rumah produksi hingga 30 centimeter atau setinggi lutut orang dewasa.

Katanya, akibat dari bencana tersebut ada beberapa barang yang terbawa arus air.

“Produksi iya sempat terhenti, kita baru mulai produksi dua hari ini,” ujarnya.

Perihal total kerugian ia mengaku tidak tahu, namun setiap harinya mereka bisa memproduksi hingga 3,5 kwintal kedelai.

Setiap hujan, mereka selalu waspada karena kondisi sungai sering meluap meskipun tidak terjadi tanggul jebol.

“Kadang kalau enggak hujan sungainya juga kadang meluap, katanya air dari atas,” tuturnya.

Selain tak bisa produksi, pihaknya juga tak mampu mengantarkan barang dagangannya yang sudah jadi.

Harapannya, kedepan ada perbaikan tanggul sungai yang lebih kokoh dan ada solusi supaya sungai tidak meluap.

Wali Kota Semarang menyampaikan, bahwa saat ini tercatat ada 333 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak, banjir di Kota Semarang pada Jumat (15/5/2026) lalu.

“Angka persisnya antara 1.252 jiwa warga yang terdampak,” ujarnya saat melakukan tinjauan di Sungai Plumbon, Selasa (19/5/2026).

Ada di tiga kecamatan, di Tugu, Ngaliyan dan Semarang barat. Dari tiga kejadian tersebut tercatat yang meninggal dunia ada dua. Korban meninggal pertama Kurnia Suci Marsella (21) warga Semarang Utara, kemudian kedua Maryam (70) nenek yang terseret banjir di lokasi tanggul jebol Sungai Plumbon.

Penulis : M Kamal
Editor : Jaka Nuswantara

Exit mobile version