Beranda Daerah Jateng Raih Dua Penghargaan Nasional Kearsipan, Taj Yasin: Arsip Jadi Pilar Pemerintahan...

Jateng Raih Dua Penghargaan Nasional Kearsipan, Taj Yasin: Arsip Jadi Pilar Pemerintahan Modern

Penghargaan tersebut meliputi Pengawasan Kearsipan Terbaik Nasional kategori provinsi serta penghargaan Memori Kolektif Bangsa

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen ketika menerima penghargaan nasional kearsipan
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen ketika menerima penghargaan nasional kearsipan (Foto:ist)

JAKARTA, Jatengnews.id  — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan memborong dua penghargaan bergengsi pada peringatan Hari Kearsipan ke-55 yang digelar Arsip Nasional Republik Indonesia di Gedung C ANRI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Penghargaan tersebut meliputi Pengawasan Kearsipan Terbaik Nasional kategori provinsi serta penghargaan Memori Kolektif Bangsa.

Penghargaan diterima langsung oleh Taj Yasin mewakili Ahmad Luthfi. Dalam ajang itu, Jawa Tengah berhasil menempati peringkat pertama nasional dengan nilai 98,04 dan predikat AA atau Sangat Memuaskan dalam pengawasan kearsipan.

Taj Yasin mengatakan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan arsip memiliki peran penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

“Dengan adanya penghargaan pengawasan kearsipan terbaik, artinya kita benar-benar mengarsipkan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan pemerintah dari tahun ke tahun,” ujar Taj Yasin.

Menurutnya, arsip yang tertata rapi akan memudahkan pemerintah dalam proses pengambilan kebijakan maupun pertanggungjawaban program kepada masyarakat.

“Ketika nanti ada pertanggungjawaban, arsip ini akan mendukung jawaban-jawaban yang dibutuhkan dalam kebijakan pimpinan daerah,” katanya.

Ia juga mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Jawa Tengah agar menerapkan sistem pengarsipan yang terintegrasi. Bahkan, penguatan sistem tersebut diharapkan bisa diterapkan hingga 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Selain fokus pada arsip pemerintahan, Pemprov Jateng juga aktif menyelamatkan arsip bernilai sejarah. Salah satunya arsip PO ESTO yang kini telah terdaftar sebagai Memori Kolektif Bangsa. Perusahaan otobus milik pribumi tersebut diketahui beroperasi sejak 1921 pada masa Hindia Belanda hingga era 1990-an.

“Kami tidak hanya mengarsipkan pemerintahan saja, tetapi juga merangkul swasta dan nilai-nilai sejarah yang menjadi bagian penting perjalanan Jawa Tengah,” ungkap Taj Yasin.

Pemprov Jateng juga terus memperkuat digitalisasi arsip. Dalam lima tahun terakhir, lebih dari 20 ribu naskah kuno dan arsip sejarah telah dialihmediakan ke format digital. Sistem kearsipan Jawa Tengah kini telah terhubung dengan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) dan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN).

Penulis : Jaka Nuswantara

Editor : Shodiqin

Exit mobile version