KARANGANYAR, Jatengnews.id — Sejumlah pekerjaan fisik di Kabupaten Karanganyar untuk sementara waktu ditunda menyusul adanya penyesuaian harga bahan konstruksi di lapangan. Langkah tersebut dilakukan agar perhitungan anggaran dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) sesuai dengan kondisi harga terbaru.
Asisten Pembangunan dan Perekonomian Setda Karanganyar, Titis S Jawoto, mengatakan indeks harga yang digunakan dalam RAB sebelumnya masih mengacu pada harga lama, sedangkan harga material konstruksi saat ini telah mengalami perubahan.
“Beberapa pekerjaan fisik memang sedang dipending terlebih dahulu karena ada penyesuaian harga bahan yang akan dipakai untuk konstruksi. Kalau dipaksakan dilelang dengan RAB lama, kemungkinan tidak ada yang menawar,” ujar Titis, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, penyesuaian tersebut terutama menyasar paket pekerjaan pembangunan jalan. Pemerintah daerah kini mempertimbangkan perubahan metode pekerjaan dari aspal menjadi beton.
Namun demikian, perubahan metode tersebut juga berdampak pada besaran anggaran. Biaya pembangunan jalan menggunakan beton dinilai lebih mahal dibandingkan aspal.
“Kalau tetap memakai aspal, tetapi barangnya tidak ada juga menjadi masalah. Sementara kalau diganti beton, biayanya lebih mahal sehingga volumenya bisa berkurang,” jelasnya.
Titis menambahkan, kondisi tersebut menjadi dilema karena masyarakat umumnya berharap pembangunan jalan dapat selesai sesuai panjang ruas yang telah direncanakan. Padahal, perubahan metode pekerjaan dapat memengaruhi capaian pembangunan di lapangan.
Selain proyek jalan, Pemkab Karanganyar juga memastikan tidak ada paket pembangunan gedung yang direncanakan pada tahun ini.
Saat ini, pemerintah daerah masih melakukan penyesuaian dokumen serta perhitungan teknis agar pelaksanaan proyek dapat berjalan optimal tanpa menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Pemerintah daerah saat ini masih melakukan penyesuaian dokumen dan perhitungan teknis agar pelaksanaan proyek dapat berjalan tanpa menimbulkan persoalan di kemudian hari,” pungkasnya.
Penulis : Iwan Iswanda
Editor : Jaka Nuswantara
