Beranda Daerah Dari Daun Jadi Peluang Bisnis: KKN UIN Walisongo Ajarkan Ecoprint Totebag di...

Dari Daun Jadi Peluang Bisnis: KKN UIN Walisongo Ajarkan Ecoprint Totebag di SDN 01 Jleper

Pelatihan ecoprint di SDN 01 Jleper menjadi media pembelajaran kreatif yang menggabungkan seni, pemanfaatan lingkungan, dan pengenalan kewirausahaan bagi siswa sekolah dasar.

Ecoprint KKN UIN Walisongo
Mahasiswa KKN UIN Walisongo bersama siswa kelas 5 SDN 01 Jleper menunjukkan hasil totebag ecoprint berbahan daun dan bunga alami dalam pelatihan kreativitas dan kewirausahaan, Selasa (12/05/2026)(Foto: Dok KKN).

Demak, JatengNews.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler UIN Walisongo Semarang mengadakan pelatihan pembuatan totebag ecoprint bagi siswa kelas 5 SDN 01 Jleper, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Selasa (12/05/2026).

Kegiatan ini bertujuan mengembangkan kreativitas siswa sekaligus mengenalkan peluang usaha sederhana sejak usia dini melalui pemanfaatan bahan alami di lingkungan sekitar.

Dalam pelatihan tersebut, siswa diajak membuat motif pada totebag menggunakan teknik ecoprint, yaitu metode mencetak pola alami dari daun dan bunga ke atas kain.

Daun dan bunga yang digunakan berasal dari lingkungan sekitar sekolah sehingga siswa dapat belajar memanfaatkan alam menjadi karya kreatif yang bernilai guna.

Mahasiswa KKN UIN Walisongo mendampingi siswa mulai dari proses memilih daun, menyusun pola, hingga mencetak motif pada totebag. Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan ecoprint.

Salah satu siswa kelas 5 mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena dapat membuat tas menjadi lebih menarik dengan bahan alami.

“Kegiatan ini seru banget karena kita bisa buat tas jadi lebih cantik,” ujarnya.

Siswa lainnya juga mengaku tertarik mencoba membuat ecoprint secara mandiri di rumah. Menurutnya, bahan yang digunakan mudah ditemukan dan proses pembuatannya cukup sederhana.

Wali kelas SDN 01 Jleper, Ibu Siti Bariroh, mengatakan bahwa pelatihan ecoprint memberikan manfaat positif bagi siswa, terutama dalam meningkatkan kreativitas dan kemampuan memanfaatkan lingkungan sekitar.

“Anak-anak bisa memanfaatkan lingkungan alam untuk membuat totebag ecoprint. Selain itu, mereka belajar memadukan bentuk daun, bunga, dan warna agar hasilnya selaras,” ujarnya.

Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga menjadi sarana pengenalan kewirausahaan bagi siswa. Totebag hasil ecoprint nantinya berpotensi ditampilkan dan dijual dalam kegiatan bazar sekolah sehingga siswa dapat belajar mengenalkan dan memasarkan hasil karya mereka sendiri.

Menurut Ibu Siti Bariroh, bazar sekolah dapat menjadi langkah awal untuk mengenalkan dunia usaha kepada siswa sejak dini. Produk kreatif seperti totebag ecoprint dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan karena memiliki nilai estetika dan daya tarik tersendiri.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap siswa mampu terus mengembangkan kreativitas sekaligus memahami bahwa bahan sederhana di sekitar mereka dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Kegiatan ecoprint juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat berwirausaha dan kepedulian terhadap pemanfaatan lingkungan secara kreatif.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. Dian Pramesti

Exit mobile version