Beranda Daerah Gerakan Anti Bullying KKN UIN Walisongo di MIN 6 Demak, Wujudkan Madrasah...

Gerakan Anti Bullying KKN UIN Walisongo di MIN 6 Demak, Wujudkan Madrasah Sehat dan Aman

ahasiswa KKN Posko 20 mengajak siswa MIN 6 Demak membangun budaya saling menghargai melalui edukasi anti bullying yang interaktif dan menyenangkan.

KKN UIN Walisongo, Stop Bullying
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 20 bersama siswa MIN 6 Demak saat mengikuti sosialisasi Gerakan Anti Bullying di Desa Jungpasir, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Selasa (13/05/2026) (Foto: Dok KKN).

Demak, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Posko 20 UIN Walisongo Semarang menggelar Sosialisasi Gerakan Anti Bullying bertajuk “Menciptakan Madrasah Sehat, Aman, dan Menyenangkan” di MIN 6 Demak, Desa Jungpasir, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Selasa-Rabu (12-13/05/2026).

Kegiatan ini mendapat antusias tinggi dari siswa dan siswi yang mengikuti rangkaian edukasi selama dua hari.

Program sosialisasi tersebut dilaksanakan secara bertahap agar penyampaian materi lebih efektif sesuai tingkat pemahaman siswa.

Pada hari pertama, kegiatan diikuti siswa kelas 1, 2, dan 4. Sementara pada hari kedua, sosialisasi diberikan kepada siswa kelas 3 dan 5.

Kegiatan diawali dengan pemutaran film edukasi bertema anti bullying yang menampilkan dampak negatif perilaku perundungan terhadap korban maupun lingkungan sekolah.

Film tersebut dikemas dengan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami oleh peserta didik tingkat madrasah ibtidaiyah.

Setelah sesi pemutaran film, mahasiswa KKN Posko 20 melanjutkan kegiatan dengan penyampaian materi mengenai bentuk-bentuk bullying, cara mengenali tindakan perundungan, hingga langkah pencegahan dan pelaporan apabila bullying terjadi di lingkungan sekolah.

Suasana semakin interaktif ketika memasuki sesi permainan tanya jawab. Para siswa tampak aktif mengangkat tangan dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh mahasiswa KKN.

Selain menjadi evaluasi pemahaman siswa, sesi tersebut juga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan komunikatif.

Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa KKN membagikan lembar ekspresi kepada seluruh siswa untuk menuliskan isi hati, pengalaman, maupun harapan mereka terkait lingkungan sekolah.

Beberapa siswa menuliskan harapan agar tidak ada lagi tindakan saling mengejek di sekolah, sementara lainnya mengungkapkan rasa syukur memiliki teman-teman yang baik.

Pihak MIN 6 Demak mengapresiasi kegiatan yang dinilai relevan dengan kondisi pendidikan saat ini.

Salah satu guru pendamping menyebut edukasi anti bullying penting untuk membangun karakter siswa yang saling menghargai dan peduli terhadap sesama.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami. Dengan adanya sosialisasi seperti ini, kami berharap siswa-siswi MIN 6 Demak semakin memahami bahwa bullying adalah tindakan yang salah dan menyakiti orang lain,” ujar salah satu guru pendamping.

Antusiasme siswa juga terlihat dari respons positif selama kegiatan berlangsung. Salah satu siswa mengaku kini memahami pentingnya bersikap baik kepada teman di sekolah.

“Aku jadi tahu kalau nge-bully itu jahat dan bisa bikin teman kita sedih. Aku mau jadi teman yang baik,” ungkap salah satu siswa.

Melalui program Gerakan Anti Bullying ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 20 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan madrasah yang sehat, aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh siswa di MIN 6 Demak.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. Dian Pramesti

Exit mobile version