Beranda Otomotif Motor Mulai Menagih Servis Pasca-Mudik, Astra Motor Jateng Ingatkan Bahaya Menunda Perawatan

Motor Mulai Menagih Servis Pasca-Mudik, Astra Motor Jateng Ingatkan Bahaya Menunda Perawatan

Oke menegaskan, banyak kecelakaan fatal sebenarnya dapat dicegah sejak dini melalui perawatan kendaraan yang rutin dan tepat waktu.

Service berkala rutin di AHHAS. (Foto : Dok Honda)
Service berkala rutin di AHHAS. (Foto : Dok Honda)

SEMARANG, Jatengnews.id – Aktivitas masyarakat pasca-Lebaran kini kembali normal. Rutinitas bekerja dan mobilitas harian dengan sepeda motor kembali padat, terutama di jalur-jalur komuter Jawa Tengah.

Namun, di balik penggunaan harian tersebut, banyak sepeda motor menyimpan “utang” perawatan usai dipaksa bekerja ekstra keras selama arus mudik dan libur Lebaran lalu.

Mulai dari menerjang kemacetan panjang di jalur Pantura, membawa beban berat oleh-oleh, hingga menghantam jalan berlubang di wilayah pedalaman Jawa Tengah, seluruh kondisi itu meninggalkan dampak pada performa kendaraan. Jika diabaikan, kerusakan kecil berpotensi menjadi ancaman serius di jalan.

Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah, Oke Desiyanto, mengingatkan pentingnya melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sepeda motor, terutama memasuki dua bulan pasca-mudik.

Menurutnya, ada sejumlah komponen vital yang wajib dicek untuk mendeteksi “kelelahan” motor setelah bekerja di luar batas normal.

“Sebagai pengendara yang cerdas, kita tidak boleh menunggu motor mogok atau rem blong untuk menyadari adanya masalah. Akhir Mei ini adalah momentum tepat untuk melakukan deteksi dini pada komponen kritis pasca-kerja keras mudik,” ujar Oke.

Salah satu komponen utama yang perlu diperhatikan adalah sistem pengereman. Selama perjalanan mudik dengan beban penuh, rem bekerja lebih keras menahan laju kendaraan. Oke menekankan, pemeriksaan tidak cukup hanya melihat ketebalan kampas rem, tetapi juga kondisi minyak rem.

Suhu tinggi akibat pengereman berat saat macet dapat menurunkan kualitas minyak rem. Gejalanya bisa dirasakan ketika tuas rem terasa kenyal atau terlalu dalam saat ditekan.

Selain itu, pengendara juga diminta memperhatikan kondisi kaki-kaki dan komstir motor. Jalur bergelombang dan jalan rusak selama mudik berpotensi membuat komstir longgar atau aus.

“Kalau stang terasa berat saat dibelokkan atau motor terasa goyang saat melaju lurus, itu bisa jadi tanda komstir bermasalah,” jelasnya.

Pemeriksaan fisik ban juga tidak boleh diabaikan. Ban yang mengalami benturan keras berisiko mengalami benjolan atau retak yang bisa memicu pecah ban saat berkendara.

Untuk sistem penggerak, pengguna motor matik disarankan memeriksa kondisi V-Belt dan roller CVT yang rentan terkena debu jalanan. Sementara pengguna motor bebek dan sport perlu mengecek kekencangan rantai agar tidak cepat aus dan menyebabkan akselerasi motor menurun.

Tak kalah penting, kondisi oli mesin dan filter udara juga wajib diperhatikan. Oli yang sudah menghitam dan encer menandakan pelumas telah bekerja terlalu berat selama perjalanan jauh.

Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat mempercepat keausan komponen mesin. Debu yang menumpuk pada filter udara juga bisa membuat suplai oksigen ke ruang bakar terganggu sehingga motor terasa berat dan lebih boros bahan bakar.

Oke menegaskan, banyak kecelakaan fatal sebenarnya dapat dicegah sejak dini melalui perawatan kendaraan yang rutin dan tepat waktu.

“Di dalam dunia keselamatan berkendara, komponen teknis yang tidak layak pakai adalah penyumbang angka kecelakaan fatal yang paling bisa dihindari sejak dini. Ingat, rem blong, ban pecah, atau rantai putus tidak pernah memilih kapan dan di mana mereka akan mencelakai kita. Lunasi utang servis motor akhir bulan ini,” tegasnya.

Penulis    : Alif Nazzala Rizqi

Editor       : Jaka Nuswantara

Exit mobile version