
Demak, JatengNews.id— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan 86 Posko 17 UIN Walisongo Semarang menggelar pelatihan pembuatan lilin aromaterapi bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Buko, Jumat (15/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Kantor Desa Buko, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak ini bertujuan meningkatkan kreativitas warga sekaligus membuka peluang usaha rumahan yang bernilai ekonomis.
Pelatihan tersebut diikuti oleh pengurus dan anggota TP PKK Desa Buko dengan antusias tinggi. Sejak pagi, para peserta tampak aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mulai dari pemaparan materi hingga praktik langsung pembuatan lilin aromaterapi.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Buko, Al Munawar S.Pd.I., yang menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN UIN Walisongo atas kontribusinya dalam memberdayakan masyarakat desa melalui program kreatif dan produktif.
“Kami dari pemerintah desa sangat mendukung kegiatan positif seperti ini. Pelatihan lilin aromaterapi bukan hanya mengisi waktu luang, tetapi juga membuka peluang usaha mikro baru yang memiliki nilai jual tinggi,” ujar Al Munawar dalam sambutannya.
Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara mandiri untuk membantu meningkatkan perekonomian keluarga di Desa Buko.
Pada sesi inti, suasana pelatihan berlangsung interaktif saat peserta diajak mempraktikkan langsung proses pembuatan lilin aromaterapi. Materi disampaikan oleh Rahma Wahyu Aulia, anggota KKN Reguler 86 Posko 17 UIN Walisongo Semarang yang bertindak sebagai pemateri utama.
Dalam pemaparannya, Rahma menjelaskan berbagai tahapan produksi lilin aromaterapi, mulai dari pengenalan bahan baku, teknik pelelehan lilin yang aman, penggunaan minyak esensial untuk menghasilkan aroma relaksasi, hingga teknik pewarnaan dan pengemasan produk yang menarik.
“Lilin aromaterapi saat ini sangat diminati karena bermanfaat untuk relaksasi dan membantu meredakan stres. Modal pembuatannya juga cukup terjangkau sehingga berpotensi menjadi usaha rumahan yang menjanjikan,” jelas Rahma.
Selain praktik pembuatan, peserta juga diberikan edukasi mengenai strategi pemasaran produk melalui media sosial agar hasil karya memiliki daya saing dan nilai jual lebih tinggi di pasaran.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap masyarakat Desa Buko dapat mengembangkan keterampilan kreatif yang berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan.
Kolaborasi antara mahasiswa dan kader PKK pun diharapkan terus berlanjut untuk mendukung terciptanya masyarakat desa yang mandiri, kreatif, dan produktif.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. Dian Pramesti