Beranda Khasanah Hampir 300 Ekor, Perolehan Hewan Kurban di Masjid Aisyah Semarang 2026 Naik...

Hampir 300 Ekor, Perolehan Hewan Kurban di Masjid Aisyah Semarang 2026 Naik Drastis

Tahun ini, Masjid Aisyah mengelola total 12 ekor sapi dan 273 ekor domba/kambing.

Panitia Hewan Kurban Masjid Aisyah Radliyallahu 'Anha
Foto bersama panitia kurban di Masjid Aisyah Radliyallahu 'Anha yang berlokasi di Jalan Raya Ngrembel, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Rabu (27/5/2026). (Foto: dok/panitia)

SEMARANG, Jatengnews.id – Masjid Aisyah Radliyallahu ‘Anha yang berlokasi di Jalan Raya Ngrembel, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah pada Rabu (27/5/2026).

Rangkaian acara diawali dengan pelaksanaan Salat Idul Adha berjemaah, kemudian dilanjutkan dengan proses pemotongan dan pengelolaan hewan kurban di area masjid.

Tahun ini, Masjid Aisyah mengelola total 12 ekor sapi dan 273 ekor domba/kambing yang terdiri dari 25 ekor berupa kambing dan domba sebanyak 248 ekor.

Ketua Panitia Pelaksana Program Tebar Kurban Masjid Aisyah, Guntur Rahardian, mengungkapkan bahwa perolehan hewan kurban tahun ini mengalami lonjakan yang sangat signifikan.

“Perolehan hewan kurban tahun ini, terutama untuk komoditas domba, mengalami kenaikan hingga hampir 50 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” ujar Guntur.

Faktor utama lonjakan ini dipicu oleh tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja panitia yang dinilai transparan dan akuntabel. Sebagai bentuk keterbukaan, panitia menyediakan layanan dokumentasi khusus bagi para pekurban. Setiap shohibul qurban yang berhalangan hadir di lokasi akan mendapatkan kiriman video eksklusif saat proses pemotongan hewan mereka berlangsung.

Proses penyembelihan dan pengolahan daging kurban sendiri berlangsung secara maraton mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai pada pukul 17.00 WIB.

Untuk memastikan proses penyaluran berjalan cepat dan tepat sasaran, panitia menerapkan sistem kolaborasi kewilayahan. Masjid Aisyah menggandeng sejumlah masjid di lingkungan sekitar dalam proses pembagian daging.

Selain memenuhi kebutuhan warga lokal, panitia juga memperluas jangkauan program tebar kurban dengan mengirimkan hewan kurban hidup hingga ke wilayah Kabupaten Kendal.

Menariknya, program tebar kurban ini mengusung semangat kemanusiaan yang universal. Pihak panitia menegaskan bahwa pengiriman dan pendistribusian daging kurban dilakukan secara inklusif tanpa membedakan golongan, ras, maupun kelompok agama tertentu di masyarakat. (01).

Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara

Exit mobile version