KARANGANYAR, Jatengnews.id — Suasana penyembelihan hewan kurban di Dusun Metro, Desa Wonokeling, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Rabu (27/5/2026), mendadak geger akibat ulah seorang warga bernama Eko (32).
Saat warga tengah melaksanakan penyembelihan hewan kurban di masjid setempat, Eko datang sambil membawa pisau dengan maksud membantu proses penyembelihan. Namun, warga tidak melibatkannya dalam kegiatan tersebut.
Kepala Desa Wonokeling, Suyat, mengatakan Eko memang diketahui mengalami kondisi psikologis yang kurang stabil.
“Eko ini kondisinya memang agak stres dan depresi. Awalnya dia ikut melihat warga menyembelih hewan kurban. Dia juga membawa pisau, tetapi tidak dilibatkan warga,” ujar Suyat saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Merasa tidak dilibatkan, Eko kemudian pulang ke rumah. Tak lama berselang, warga dikejutkan dengan kabar bahwa dua ekor sapi milik orang tuanya telah disembelih.
“Warga langsung geger begitu tahu dua sapi di rumah orang tuanya sudah disembelih,” katanya.
Meski sempat membuat panik warga sekitar, kejadian tersebut tidak menimbulkan konflik berkepanjangan karena sapi yang disembelih merupakan milik keluarganya sendiri.
“Untung saja sapi milik orang tuanya sendiri. Kalau milik orang lain bisa jadi masalah panjang,” imbuh Suyat.
Setelah kejadian itu, warga sempat memanggil tukang jagal untuk menangani dua sapi yang telanjur disembelih. Namun, hingga kini pihak desa belum mengetahui apakah daging sapi tersebut dijual atau dibagikan kepada warga.
Peristiwa tersebut menjadi cerita unik di tengah perayaan Iduladha. Warga yang semula khusyuk mengikuti prosesi kurban mendadak dibuat bingung sekaligus heran dengan tindakan spontan Eko.
Penulis : Iwan Iswanda
Editor : Jaka Nuswantara
