Beranda Daerah Musim Liburan Picu Kepadatan Jalan, Pengendara Diminta Tingkatkan Antisipasi dan Empati

Musim Liburan Picu Kepadatan Jalan, Pengendara Diminta Tingkatkan Antisipasi dan Empati

Pengguna jalan juga diminta menghindari posisi blind spot, terutama di samping belakang mobil maupun bus pariwisata

Lalu lintas di Perkotaan. (Foto : Dok Honda)
Lalu lintas di Perkotaan. (Foto : Dok Honda)

SEMARANG, Jatengnews.id – Lonjakan aktivitas wisata selama musim liburan membuat arus lalu lintas di berbagai jalur perkotaan dan kawasan destinasi wisata mengalami peningkatan signifikan.

Situasi ini tidak hanya memicu kemacetan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan akibat manuver mendadak dari pengendara yang belum mengenal kondisi jalan.

Pengguna jalan pun diimbau lebih waspada dan mengedepankan etika berkendara, terutama saat berhadapan dengan kendaraan luar kota yang tengah mencari arah menggunakan aplikasi navigasi digital.

Senior Instruktur Safety Riding, Oke Desiyanto, menilai kondisi lalu lintas saat musim liburan membutuhkan kemampuan antisipasi yang lebih tinggi dari seluruh pengguna jalan.

“Ketika jalanan padat dan dinamis, pengendara harus mampu membaca situasi di sekitarnya. Pengendara dari luar daerah biasanya membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan rute maupun kondisi lalu lintas setempat, sehingga perlu diberikan ruang dan toleransi,” kata Oke, Kamis (28/06/2026).

Ia menjelaskan, penggunaan aplikasi penunjuk arah seperti Google Maps kerap memicu pengendara melakukan keputusan mendadak di jalan. Salah satu yang paling sering terjadi adalah pengereman tiba-tiba saat pengendara baru menyadari titik belokan atau lokasi tujuan.

Tak hanya itu, perpindahan jalur secara mendadak tanpa lampu sein juga menjadi persoalan yang kerap ditemui di jalur wisata maupun kawasan perkotaan. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan kendaraan lain yang berada di sekitar.

Untuk meminimalkan risiko kecelakaan, pengendara dianjurkan menerapkan beberapa langkah antisipasi saat berkendara di tengah padatnya arus liburan.

Langkah pertama adalah melakukan scanning atau pemindaian visual terhadap kendaraan di sekitar, terutama kendaraan dengan pelat nomor luar kota yang tampak melambat atau ragu-ragu di persimpangan.

Selain itu, pengendara juga disarankan menjaga jarak aman lebih panjang dibanding kondisi normal. Jika biasanya menggunakan jeda dua detik, maka saat berada di belakang kendaraan luar kota disarankan menambah jarak menjadi tiga hingga empat detik agar memiliki waktu reaksi lebih cukup apabila terjadi pengereman mendadak.

Pengguna jalan juga diminta menghindari posisi blind spot, terutama di samping belakang mobil maupun bus pariwisata. Pengemudi yang fokus mencari jalan berpotensi melakukan perpindahan jalur secara tiba-tiba tanpa menyadari keberadaan kendaraan lain.

Sebagai bentuk komunikasi di jalan, penggunaan klakson pendek dinilai lebih efektif dan santun dibanding klakson panjang yang justru dapat memicu kepanikan pengendara lain.

“Keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengendalikan kendaraan, tetapi juga bagaimana kita memahami kondisi sekitar dan menghargai pengguna jalan lain. Sikap saling memahami akan menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman selama musim liburan,” tutupnya.

Penulis    : Alif Nazzala Rizqi

Editor      : Jaka Nuswantara

Exit mobile version