SEMARANG, Jatengnews.id – Warga yang tinggal di sekitar Jalan Gombel Lama, Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, mengeluhkan sejumlah dampak yang muncul sejak dimulainya proyek pembangunan mal dan perbaikan jalan di kawasan tersebut.
Penutupan akses jalan sementara menyebabkan sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengalami penurunan omzet. Selain itu, debu dan kebisingan yang ditimbulkan dari aktivitas proyek turut mengganggu kenyamanan warga.
Salah seorang warga RT 6 RW 5 yang enggan disebutkan namanya mengaku rumahnya mengalami keretakan yang semakin parah setelah aktivitas alat berat dilakukan di area proyek.
“Sebelumnya memang sudah ada retakan karena kondisi tanah yang bergerak, tetapi setelah ada proyek ini retakannya semakin melebar,” ujarnya.
Ia menambahkan, kerusakan semakin terlihat saat alat berat melakukan pemasangan paku bumi di sekitar lokasi proyek.
“Rumah saya juga terdampak. Pintu sampai tidak bisa ditutup,” katanya.
Menurutnya, pihak proyek telah melakukan survei dan mendokumentasikan kondisi rumah yang mengalami kerusakan. Namun hingga kini belum ada kejelasan mengenai bentuk pertanggungjawaban yang akan diberikan.
Di sepanjang Jalan Gombel Lama yang terdampak penutupan akses, terdapat sekitar enam RT yang merasakan dampak langsung dari proyek tersebut.
Ketua RT 5 RW 5, Teguh Pramono, mengatakan sedikitnya delapan UMKM di wilayahnya terdampak akibat berkurangnya akses masyarakat ke lokasi usaha.
“Kalau di RT lain saya kurang tahu jumlah pastinya. Mungkin bisa dikonfirmasi ke Ketua RW,” ujarnya.
Berdasarkan hasil sosialisasi yang diterima warga, proyek tersebut meliputi pembangunan jalan, perbaikan saluran air, serta pembangunan gedung. Pekerjaan tersebut diperkirakan berlangsung selama tujuh bulan.
Meski memahami proyek tersebut bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur kawasan, Teguh mengakui keresahan warga tidak dapat dihindari.
“Kalau resah, tentu semuanya resah. Debu sering berterbangan dan aktivitas kendaraan berat seperti truk molen juga cukup mengganggu,” katanya.
Ia menilai proyek tersebut nantinya dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Namun, dampak yang dirasakan masyarakat saat ini tetap perlu mendapat perhatian.
“Dampaknya ke warga pasti ada. UMKM juga mengalami penurunan omzet,” ujarnya.
Terkait pelaku UMKM yang terdampak, Teguh menyebut tidak ada kompensasi khusus yang diberikan. Namun, pihak proyek menawarkan kesempatan kerja kepada warga yang memenuhi kriteria tertentu.
Penulis : M Kamal
Editor : Jaka Nuswantara
