KARANGANYAR, Jatengnews.id – Sepeda motor telah menjadi sarana transportasi utama bagi masyarakat untuk menunjang berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, sekolah, hingga usaha.
Tingginya mobilitas tersebut membuat kondisi kendaraan harus selalu terjaga agar tetap nyaman, aman, dan memiliki performa optimal di jalan.
Karena itu, perawatan rutin menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan oleh pemilik kendaraan. Tidak sedikit pengguna motor yang baru membawa kendaraannya ke bengkel ketika muncul kerusakan atau gangguan performa. Padahal, perawatan berkala dapat mencegah kerusakan yang lebih besar sekaligus memperpanjang usia pakai kendaraan.
Kepala Mekanik sekaligus Kepala Bengkel Cahaya Sakti Motor Karanganyar, Kuncoro, mengatakan bahwa menjaga motor Honda tetap awet tidaklah sulit. Kuncinya adalah disiplin melakukan perawatan harian dan servis berkala sesuai rekomendasi pabrikan.
“Untuk perawatan sepeda motor Honda biar awet itu ada beberapa kriteria. Ada perawatan harian dan perawatan berkala,” ujar Selasa (02/06/2026).
Menurutnya, pemeriksaan sederhana sebelum berkendara sering kali dianggap sepele, padahal memiliki peran besar dalam menjaga kondisi kendaraan. Pengguna disarankan untuk selalu mengecek volume oli mesin, ketersediaan bahan bakar, tekanan angin ban, hingga memastikan seluruh sistem lampu berfungsi dengan baik.
“Tekanan ban depan itu 29 PSI dan belakang 33 PSI. Kemudian cek juga lampu depan belakang sebelum pemakaian. Kalau motor kopling, rantainya juga harus dicek,” jelasnya.
Pemeriksaan tekanan ban sangat penting karena berpengaruh terhadap kenyamanan berkendara, kestabilan motor, hingga konsumsi bahan bakar. Ban yang kurang angin dapat membuat motor terasa berat dan boros bensin, sementara tekanan berlebih juga berisiko mengurangi daya cengkeram ban di jalan.
Selain perawatan harian, Kuncoro menegaskan bahwa servis berkala menjadi langkah penting untuk menjaga performa mesin tetap prima. Dengan servis rutin, berbagai komponen dapat diperiksa lebih awal sehingga potensi kerusakan dapat dicegah sebelum menimbulkan biaya perbaikan yang lebih besar.
Ia menyarankan servis berkala dilakukan setiap 4.000 kilometer. Sementara penggantian oli mesin idealnya dilakukan setiap 2.000 kilometer atau menyesuaikan kondisi penggunaan kendaraan.
“Untuk cek busi setiap 8.000 kilometer, kemudian 16.000 kilometer ganti filter udara. Oli gardan itu setiap 8.000 kilometer diganti, kemudian minyak rem setiap dua tahun,” katanya.
Penggantian oli secara teratur sangat penting karena oli berfungsi melumasi dan melindungi komponen mesin dari gesekan. Jika terlambat diganti, performa mesin dapat menurun dan berpotensi mempercepat keausan komponen di dalam mesin.
Tak hanya itu, pada motor berteknologi injeksi, pembersihan sistem injeksi juga perlu dilakukan secara berkala. Langkah ini bertujuan menjaga suplai bahan bakar tetap lancar sehingga tenaga motor tetap responsif saat digunakan.
“Untuk injeksi pakai pembersihan setiap 8.000 kilometer supaya tidak mbrebet,” tambahnya.
Kuncoro mengungkapkan bahwa salah satu permasalahan yang kerap ditemui di bengkel adalah keluhan konsumen terkait kenyamanan berkendara. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata terdapat beberapa komponen yang memang sudah aus dan seharusnya diganti, tetapi pemilik kendaraan enggan melakukannya.
“Biasanya konsumen mengeluh motornya tidak enak, tapi part yang memang harus diganti malah tidak mau diganti,” ujarnya.
Padahal, penggunaan komponen yang sudah melewati masa pakainya dapat memengaruhi kenyamanan dan keselamatan saat berkendara. Beberapa komponen seperti kampas rem, busi, filter udara, rantai, hingga ban memiliki batas usia penggunaan yang perlu diperhatikan.
Dengan melakukan servis berkala dan mengganti suku cadang sesuai standar, performa kendaraan dapat tetap terjaga layaknya motor baru. Selain lebih nyaman dikendarai, perawatan rutin juga membantu menghemat biaya karena mencegah kerusakan yang lebih serius di kemudian hari.
“Yang penting perawatan berkala rutin dan part yang memang standarnya ganti harus diganti supaya lebih nyaman dikendarai,” pungkasnya.
Melalui perawatan yang konsisten dan sesuai jadwal, pengguna motor Honda tidak hanya mendapatkan kenyamanan berkendara, tetapi juga dapat menjaga nilai investasi kendaraan agar tetap optimal dalam jangka panjang.
Penulis : Alif Nazzala Rizqi
Editor : Jaka Nuswantara
