
SEMARANG, Jatengnews.id – Musim liburan sekolah hampir tiba. Bagi warga Jawa Tengah, khususnya Semarang dan sekitarnya, kini tidak perlu jauh-jauh mencari tempat liburan yang asyik dan nyaman bersama keluarga.
Sebab, gelaran meriah Jateng Fair 2026 akan segera berlangsung selama 10 hari, mulai 26 Juni hingga 5 Juli 2026, di Kawasan PRPP Jawa Tengah, Semarang.
Mengusung tema “Action For Transformation”, Jateng Fair 2026 menghadirkan kesan yang berbeda daripada tahun-tahun sebelumnya. Koordinator Media Partner Jateng Fair 2026, Cesar, mengatakan bahwa ajang ini tidak hanya menyajikan konser musik harian, tetapi juga menawarkan keseruan tanpa batas.
Berbagai program menarik siap memanjakan pengunjung, antara lain Jateng Kids Wonderland yang sangat cocok untuk liburan anak-anak, MMA Tarung Bebas ‘Jawara Arena’, Green Life 2026, pameran edukatif, hingga rekreasi dan kulineran seru melalui Dianaria.
Sebelumnya, Direktur Utama PT PRPP Jateng, Shafigh Pahlevi Lontoh, saat berkoordinasi dengan Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa konsep “Action for Transformation” tidak sekadar menampilkan hiburan dan pameran. Konsep tersebut sengaja menggabungkan isu lingkungan, ekonomi kreatif, olahraga, hingga inovasi daerah.
Dari sisi hiburan, Jateng Fair 2026 membidik generasi muda melalui konser musik lintas genre. Pihak penyelenggara mendatangkan sejumlah musisi nasional ternama, seperti Ndarboy Genk, Guyon Waton, Aftershine, Endank Soekamti, Perunggu, dan Superman Is Dead.
Tak hanya itu, Jateng Fair 2026 juga menghadirkan sejumlah zona baru untuk memperluas segmentasi pengunjung. Penyelenggara menyiapkan Bale Sumbing sebagai “Jateng Kids Wonderland” yang berisi wahana dan edukasi anak. Sementara itu, Bale Sindoro akan menampung “Jawara Arena Tarung Bebas” yang menyajikan pertandingan Mixed Martial Arts (MMA) atau seni bela diri campuran, termasuk kompetisi kelas perempuan.
Isu lingkungan turut menjadi perhatian utama dalam gelaran tahun ini. Melalui program Jateng Fair Green Life, PRPP menyiapkan berbagai aksi lingkungan berbasis keberlanjutan. Salah satunya adalah kegiatan plogging atau memungut sampah sambil berlari dan berjalan kaki mengelilingi kawasan PRPP dan Grand Maerakaca pada 4 Juli 2026.
Selain itu, pihak panitia juga akan menggelar aksi “Mangrove Akbar” pada 28 Juni 2026 sebagai bagian dari kampanye pelestarian kawasan pesisir.
“Ini menjadi platform kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan swasta untuk bergerak bersama dalam menjaga lingkungan,” ujar Shafigh. (01).
Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswatara