
Demak, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 86 UIN Walisongo Semarang Posko 14 Desa Pasir menggelar program edukasi anti bullying bertajuk “Mentari Bercerita” di tiga sekolah dasar di Desa Pasir, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Senin-Rabu (11-13/5/2026), ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Program sosialisasi anti bullying tersebut dilaksanakan di SD Negeri Pasir 01, SD Negeri Pasir 03, dan MI Al-Hikmah Pasir dengan melibatkan ratusan siswa yang mengikuti rangkaian kegiatan secara antusias.
Melalui program ini, mahasiswa KKN berupaya menanamkan nilai empati, kepedulian, serta sikap saling menghargai sejak usia dini sebagai langkah preventif terhadap tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
Dalam pelaksanaannya, materi disampaikan secara interaktif dan menyenangkan agar mudah dipahami oleh peserta didik.
Siswa mendapatkan pemahaman mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan, dampak yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku, serta pentingnya membangun hubungan pertemanan yang sehat dan saling menghormati.
Mahasiswa KKN Posko 14 UIN Walisongo Semarang menyampaikan materi melalui berbagai metode edukatif, mulai dari pemaparan materi, sesi tanya jawab, permainan edukasi, hingga drama sederhana yang menggambarkan kasus bullying di lingkungan sekolah.
Pendekatan tersebut membuat siswa lebih mudah memahami materi sekaligus terlibat aktif selama kegiatan berlangsung.
Sebagai pendukung pembelajaran, panitia juga menayangkan film pendek bertema perundungan yang menggambarkan dampak bullying secara nyata dan emosional.
Penayangan film tersebut berhasil menarik perhatian siswa dan memicu diskusi mengenai pentingnya menghargai teman serta menghindari perilaku yang dapat menyakiti orang lain.
Selain sesi materi, kegiatan juga diisi dengan berbagai permainan interaktif dan ice breaking yang membuat suasana sosialisasi semakin hidup.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif siswa dalam menjawab pertanyaan, mengikuti permainan, dan berbagi pendapat selama kegiatan berlangsung.
Salah satu momen yang paling berkesan adalah sesi refleksi menggunakan media sticky note. Dalam sesi tersebut, siswa diajak menuliskan pengalaman terkait tindakan bullying yang pernah mereka alami maupun saksikan, serta harapan mereka terhadap lingkungan pertemanan yang lebih baik.
Kegiatan ini memberikan ruang bagi siswa untuk menyampaikan perasaan dan pengalaman mereka secara terbuka.
Para guru yang mendampingi kegiatan turut memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN dalam menghadirkan edukasi karakter di sekolah.
Menurut pihak sekolah, sosialisasi anti bullying menjadi salah satu upaya penting dalam mendukung pembentukan karakter siswa sekaligus memperkuat nilai-nilai sosial dan kemanusiaan sejak dini.
Melalui program Mentari Bercerita, mahasiswa KKN Reguler 86 UIN Walisongo Semarang Posko 14 Desa Pasir berharap para siswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih positif, ramah anak, dan bebas dari tindakan bullying.
Dengan meningkatnya kesadaran mengenai pentingnya empati dan sikap saling menghormati, budaya perundungan di lingkungan sekolah diharapkan dapat diminimalkan secara berkelanjutan.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. Dian Pramesti