Beranda Daerah KKN UIN Walisongo Dorong Digitalisasi UMKM Desa Mijen Lewat Pembuatan QRIS dan...

KKN UIN Walisongo Dorong Digitalisasi UMKM Desa Mijen Lewat Pembuatan QRIS dan Google Maps

Program digitalisasi UMKM yang digagas mahasiswa KKN UIN Walisongo membantu pelaku usaha Desa Mijen memanfaatkan QRIS dan Google Maps guna memperluas pasar dan meningkatkan kualitas layanan.

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 5 mendampingi pelaku UMKM Desa Mijen dalam proses pembuatan QRIS dan pendaftaran Google Maps

Demak, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 86 UIN Walisongo Semarang Posko 5 menggelar program Digitalisasi UMKM melalui pembuatan QRIS dan pendaftaran Google Maps bagi pelaku usaha di Dusun Gedangan, Desa Mijen, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Sabtu (16/5/2026).

Program ini bertujuan meningkatkan daya saing UMKM lokal melalui pemanfaatan teknologi digital dalam sistem pembayaran dan promosi usaha.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam mendukung transformasi digital sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Meskipun Desa Mijen memiliki potensi ekonomi yang cukup besar dengan berbagai usaha lokal yang berkembang, sebagian pelaku usaha masih menjalankan bisnis secara konvensional dan belum memanfaatkan layanan digital secara optimal.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 5 menghadirkan program pendampingan yang berfokus pada pembuatan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dan pendaftaran lokasi usaha melalui Google Business Profile agar usaha masyarakat lebih mudah ditemukan oleh pelanggan.

Pelaksanaan program dilakukan melalui metode survei dan pendampingan langsung dari rumah ke rumah maupun toko ke toko.

Mahasiswa membantu pelaku usaha memahami sekaligus mempraktikkan penggunaan teknologi digital yang dapat diterapkan secara mandiri dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Pada tahap pembuatan QRIS, mahasiswa mendampingi pelaku usaha mulai dari mengunduh aplikasi GoPay Merchant, melakukan registrasi akun usaha, mengunggah data identitas, verifikasi wajah, hingga proses penerbitan kode QRIS yang siap digunakan sebagai metode pembayaran non tunai.

Selain itu, mahasiswa juga membantu proses pendaftaran usaha ke Google Maps melalui Google Business Profile.

Pelaku usaha didampingi dalam menentukan lokasi usaha, mengunggah foto tempat usaha, menambahkan informasi bisnis, serta melengkapi profil usaha agar lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan secara online.

Salah satu peserta program, Sapuan, pemilik Toko Akbar Elektrik di Desa Mijen, mengaku terbantu dengan adanya pendampingan tersebut.

“Saya tidak menyangka ternyata daftarnya semudah itu dan sekarang pelanggan sudah bisa membayar menggunakan HP,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Muhammad Heli Firdaus, salah satu pelaku usaha yang berhasil mendaftarkan tokonya di Google Maps.

Menurutnya, keberadaan lokasi usaha di platform digital dapat membantu memperluas jangkauan pemasaran dan memudahkan pelanggan menemukan usahanya.

Antusiasme tinggi juga ditunjukkan oleh para pelaku UMKM lainnya. Banyak di antara mereka yang sebelumnya belum familiar dengan teknologi digital, namun mulai merasa percaya diri setelah mendapatkan pendampingan secara langsung dari mahasiswa KKN.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 5 bersama Pemerintah Desa Mijen berharap para pelaku UMKM semakin terbuka terhadap perkembangan teknologi dan mampu memanfaatkannya untuk mengembangkan usaha.

Digitalisasi UMKM dinilai dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, memperluas pasar, memperkuat daya saing usaha lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.

Mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap program serupa dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan agar semakin banyak pelaku usaha desa yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, menciptakan usaha yang lebih maju, mandiri, dan inovatif di era digital.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. Dian Pramesti

Exit mobile version