Beranda Pendidikan Antisipasi SDN Sepi Peminat, Disdik Semarang Buka Jalur Domisili bagi Perantau di...

Antisipasi SDN Sepi Peminat, Disdik Semarang Buka Jalur Domisili bagi Perantau di SPMB 2026

Langkah ini menjadi solusi taktis untuk mengisi kursi kosong di 325 SDN yang tersebar di Kota Semarang

Ilustrasi SPMB Kota Semarang
Ilustrasi SPMB Kota Semarang 2026 buka jalur domisili bagi perantau atau luar kota. (Foto: AI)

SEMARANG, Jatengnews.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang bergerak cepat mengantisipasi terulangnya fenomena Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang sepi peminat pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Sebagai strategi utama, Disdik resmi membuka peluang bagi calon peserta didik ber-KTP atau Kartu Keluarga (KK) luar daerah untuk mendaftar ke SDN terdekat melalui jalur domisili sejak awal proses seleksi.

Langkah ini menjadi solusi taktis untuk mengisi kursi kosong di 325 SDN yang tersebar di Kota Semarang, sekaligus mengakomodasi anak-anak perantau yang selama ini terbentur masalah administrasi kependudukan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan, menjelaskan bahwa pada pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, sejumlah sekolah terutama jenjang SD tercatat kekurangan murid secara signifikan. Melalui perluasan akses bagi warga pendatang ini, Disdik optimistis dapat meratakan jumlah peserta didik dan menyudahi masalah ketimpangan kuota antar-sekolah.

“Tahun lalu memang ada sekolah yang sepi pendaftar. Tahun ini sekolah-sekolah tersebut masih tetap membuka pendaftaran dan kami berharap, dengan kebijakan baru ini, tidak ada lagi sekolah yang kekurangan peminat,” ujar Ahsan saat Jatengnews.id mewawancarainya, Jumat (5/6/2026).

Ahsan menjelaskan, kebijakan ini menyasar keluarga perantau yang telah lama menetap di Kota Semarang namun belum mengubah status administrasi kependudukannya.

“Calon siswa yang berdomisili di Kota Semarang tetap bisa mendaftar sejak hari pertama. Syaratnya, mereka cukup mengantongi surat keterangan domisili dari wilayah tempat tinggalnya sekarang. Banyak perantau yang sudah lama tinggal di Semarang, tetapi belum memindahkan KK atau KTP. Maka kami memberi peluang ini agar anak-anak mereka bisa mengisi kuota sekolah yang masih longgar,” katanya.

Meski demikian, sistem SPMB tetap mengedepankan asas keadilan. Ahsan menegaskan bahwa sistem akan memberikan bobot penilaian domisili yang berbeda antara warga asli ber-KK Semarang dengan warga pendatang, sehingga tidak akan menggeser warga lokal di sekolah yang sudah padat.

Selain mengandalkan jalur domisili luar daerah, Disdik juga menyiapkan jaring pengaman lain jika ada anak yang tetap tidak tertampung di SDN setempat. Pihak dinas telah mengintegrasikan 48 SD swasta gratis mitra ke dalam sistem daring SPMB yang kini sudah mulai dibuka.

“Kalau ada anak yang belum tertampung di sekolah negeri karena keterbatasan daya tampung, nanti kami akan langsung menyalurkan mereka ke sekolah swasta gratis yang sudah bermitra dengan Dinas Pendidikan,” tambah Ahsan.

Skema Kuota Ketat untuk Jenjang SD

Untuk memastikan strategi berjalan optimal, aturan SPMB tahun ini mengunci kuota domestik dalam porsi besar. Pada jenjang TK dan SD, Disdik menetapkan struktur kuota sebagai berikut:

Kuota Domisili: Paling sedikit 70 persen (termasuk mengakomodasi jalur domisili luar daerah).

Kuota Afirmasi (Siswa Kurang Mampu): Paling sedikit 20 persen.

Kuota Mutasi (Pindahan Orang Tua): Paling banyak 5 persen.

Sistem juga dapat menggunakan sisa kuota 5 persen secara fleksibel untuk menambah daya tampung jalur domisili maupun afirmasi, tergantung pada dinamika jumlah pendaftar di lapangan.

Melalui integrasi sistem yang matang ini, Pemerintah Kota Semarang berharap seluruh anak usia sekolah—termasuk anak-anak dari keluarga perantau—dapat memperoleh hak pendidikan yang merata, sekaligus memastikan seluruh SDN di Kota Semarang memenuhi kuota rombongan belajarnya.

Jadwal Penting SPMB Jenjang TK & SD Kota Semarang 2026:

Mengingat persaingan kuota dan pemetaan sekolah yang sepi peminat berjalan dinamis secara daring, berikut linimasa yang harus diperhatikan orang tua murid:

Pendaftaran Daring (Online): 8 – 12 Juni 2026

Analisis Data dan Pemeringkatan Sistem: 15 – 16 Juni 2026

Pengumuman Hasil Seleksi: 17 Juni 2026

Daftar Ulang Daring: 17 – 19 Juni 2026. (01).

Penulis: Muhammad Kamal
Editor: Shodiqin

Exit mobile version