Beranda Daerah Ibu Korban Ungkap Kejanggalan Saat Temukan Anak Tewas Bersimbah Darah di Sragen

Ibu Korban Ungkap Kejanggalan Saat Temukan Anak Tewas Bersimbah Darah di Sragen

Satreskrim Polres Sragen bersama Ditreskrimum Polda Jawa Tengah masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap motif dan pelaku dalam kasus yang menggemparkan warga Desa Dawung tersebut.

Ibu korban bocah perempuan yang ditemukan tewas mengenaskan saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto : Ist)
Ibu korban bocah perempuan yang ditemukan tewas mengenaskan saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto : Ist)

SRAGEN, Jatengnews.id – Dewi Sri Lestari, ibu dari Bilqis (11), bocah perempuan yang ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya di Dukuh Bromo Asri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, mengungkap sejumlah kejanggalan yang ditemuinya saat pulang kerja dan mendapati putrinya telah meninggal dunia.

Keterangan tersebut disampaikan Dewi kepada penyidik Satreskrim Polres Sragen dan Ditreskrimum Polda Jawa Tengah saat olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan yang dilakukan pada Sabtu (6/6/2026).

Dewi menceritakan, sesampainya di rumah ia mendapati kondisi pintu dalam keadaan tertutup rapat. Namun, gembok yang terpasang di luar rumah berada dalam kondisi tidak terkunci.

“Saya baru pulang kerja. Mau masuk, ada gembokan di luar, tapi tidak ada kuncinya. Gemboknya menutup, tapi tidak mengunci pintu,” ujarnya.

Setelah masuk ke dalam rumah, Dewi melihat kunci milik anaknya berada di atas meja. Ia kemudian memanggil Bilqis yang saat itu berada di kamar. Karena tidak ada respons, ia berusaha membangunkan putrinya yang terlihat tertidur dan sebagian tubuhnya tertutup selimut.

Awalnya Dewi mengira anaknya sedang sakit. Namun saat membuka selimut, ia dikejutkan dengan banyaknya darah yang terlihat pada kaki korban, sprei, hingga kasur tempat korban tidur.

“Saya buka sedikit-sedikit, kok banyak darahnya di kaki, sprei dan kasurnya. Saya lihat ternyata sudah terkena bacokan,”ungkapnya.

Menurut Dewi, korban mengalami luka parah pada bagian wajah dan kedua tangan. Salah satu tangan korban bahkan mengalami luka yang sangat serius akibat benda tajam.

Setelah mengetahui kondisi anaknya, Dewi langsung mematikan kipas angin di kamar dan berlari keluar rumah untuk meminta pertolongan warga sekitar. Ia berteriak-teriak hingga akhirnya didengar oleh seorang tetangga yang kemudian datang ke lokasi.

“Tadinya tidak percaya. Setelah melihat sendiri kondisi wajah anak saya, baru percaya,”ujarnya.
Dewi mengaku tidak menemukan tanda-tanda mencurigakan maupun ancaman yang dialami anaknya sebelum kejadian.

Korban juga tidak pernah mengeluhkan masalah apa pun selain aktivitas sekolah sehari-hari.
Ia menyebut Bilqis dikenal sebagai anak yang ceria dan memiliki hubungan baik dengan teman-temannya di sekolah.

“Selama ini baik semua dengan teman-temannya. Anaknya ceria,”katanya.

Meski demikian, Dewi mengaku sempat merasakan firasat tidak enak pada malam sebelum kejadian. Ia merasa gelisah dan sulit beristirahat tanpa mengetahui penyebabnya.
Selain menyebabkan korban meninggal dunia, pelaku diduga membawa kabur sejumlah barang milik korban dan keluarga.

Berdasarkan pengecekan awal, sebuah sepeda motor Honda Vario yang biasa digunakan korban serta telepon genggam merek Oppo dilaporkan hilang.

Dewi berharap aparat kepolisian segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku yang bertanggung jawab atas kematian putrinya.

“Saya berharap pelakunya cepat ketemu,”harapnya.

Saat ini Satreskrim Polres Sragen bersama Ditreskrimum Polda Jawa Tengah masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap motif dan pelaku dalam kasus yang menggemparkan warga Desa Dawung tersebut.

Penulis     : Iwan Iswanda

Editor        : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version