Beranda Daerah Sekolah Kemitraan Jateng Bantu Ribuan Siswa Kurang Mampu Sekolah Gratis, Cegah Putus...

Sekolah Kemitraan Jateng Bantu Ribuan Siswa Kurang Mampu Sekolah Gratis, Cegah Putus Sekolah

Melalui program tersebut, siswa dapat bersekolah gratis di SMA maupun SMK swasta tanpa terbebani biaya pendidikan

Murid sekolah yang mengikuti Sekolah Kemitraan Jateng
Murid sekolah yang mengikuti Sekolah Kemitraan Jateng (Foto:ist)

SEMARANG, Jatengnews.id  – Program Sekolah Kemitraan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadi harapan bagi ribuan siswa dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan.

Melalui program tersebut, siswa dapat bersekolah gratis di SMA maupun SMK swasta tanpa terbebani biaya pendidikan yang selama ini menjadi kendala utama.

Salah satu penerima manfaat program ini adalah Ayu Prameswari, siswi SMA Mardisiswa Banyumanik, Kota Semarang. Ayu mengaku sempat khawatir tidak dapat melanjutkan pendidikan setelah lulus SMP karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Ayahnya bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu, sementara biaya masuk sekolah menengah atas dinilai cukup besar bagi keluarganya.

“Ekonomi keluarga kami memang kurang. Saya sempat berpikir bisa saja putus sekolah karena tidak mampu membayar biaya sekolah yang jumlahnya cukup besar,” ujar Ayu.

Namun, kekhawatiran tersebut sirna setelah dirinya diterima melalui Program Sekolah Kemitraan Pemprov Jawa Tengah. Berkat program itu, Ayu dapat bersekolah tanpa harus memikirkan biaya SPP, uang gedung, dan kebutuhan pendidikan lainnya.

“Orang tua sangat senang karena biaya sekolah cukup besar. Saya juga sangat terbantu dengan program ini,” katanya.

Kisah serupa dialami Keyla Sabrina, siswi SMA Mardisiswa lainnya. Menurut dia, kondisi ekonomi keluarganya juga cukup sulit sehingga peluang untuk melanjutkan sekolah sempat terancam.

“Kalau tidak ada Sekolah Kemitraan, mungkin saya harus berhenti sekolah dulu,” ungkap Keyla.

Kini, ia dapat melanjutkan pendidikan dengan lebih tenang. Beban orang tua berkurang, sementara cita-citanya untuk menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi tetap terjaga.

“Saya senang sekali karena bisa melanjutkan pendidikan dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Kepala SMA Mardisiswa Banyumanik, Marwulandari Sayekti, mengatakan bantuan dari pemerintah memungkinkan sekolah memberikan layanan pendidikan secara gratis kepada siswa penerima manfaat.

“SPP gratis, uang gedung gratis, bahkan buku dan kebutuhan pendidikan lainnya juga dapat kami bantu melalui dana program. Ini sangat membantu anak-anak yang sebelumnya kesulitan mengakses pendidikan,” jelasnya.

Manfaat program tersebut juga dirasakan siswa di SMA Laboratorium Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). Vanesha Angelina, putri seorang buruh, mengaku program Sekolah Kemitraan mampu meringankan beban ekonomi keluarganya.

“Kalau tidak ada program ini, orang tua tentu akan lebih terbebani karena kebutuhan keluarga juga banyak,” kata Vanesha.

Sementara itu, Maulida Dewi Novi Yanti mengaku sangat bersyukur dapat bersekolah secara gratis melalui program tersebut.

“Sekolah Kemitraan itu gratis. Saya sangat terbantu. Terima kasih kepada Pak Gubernur karena akhirnya saya bisa sekolah gratis di sini,” tuturnya.

Kepala SMA Laboratorium UPGRIS, Nor Khoiriyah, menyebutkan bahwa sejumlah siswa yang kini belajar di sekolahnya sempat berada di ambang putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.

“Dengan adanya program ini, anak-anak yang sebelumnya hampir putus sekolah akhirnya dapat terus belajar dan melanjutkan pendidikan mereka,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memaksimalkan Program Sekolah Kemitraan sebagai upaya membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh pendidikan yang layak.

“Minimal setiap tahun 5.000 anak miskin ekstrem harus dapat dientaskan melalui akses pendidikan yang lebih baik,” kata Luthfi.

Sebagai informasi, Program Sekolah Kemitraan merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memfasilitasi siswa dari keluarga miskin agar dapat bersekolah gratis di SMA dan SMK swasta. Pada tahun ini, sebanyak 139 sekolah tergabung dalam program tersebut dengan kuota penerima manfaat mencapai 5.004 siswa.

Program ini diharapkan mampu menekan angka putus sekolah sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.

Penulis : Jaka N

Editor : Shodiqin

Exit mobile version