Demak, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 17 UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan Festival Anak-Anak Sholeh (FAAS) di Madin/MI Matholiul Falah, Desa Buko, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Kamis (14/05/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh 72 anak dari Desa Buko dan sekitarnya sebagai upaya menumbuhkan semangat keislaman sekaligus membangun karakter generasi muda melalui kegiatan edukatif dan religius.
FAAS merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN yang berfokus pada pembinaan anak-anak dalam bidang keagamaan.
Festival ini menghadirkan dua cabang perlombaan, yaitu pidato islami dan adzan.
Kedua lomba tersebut dipilih karena dinilai mampu melatih keberanian berbicara di depan umum, meningkatkan pemahaman nilai-nilai Islam, serta menumbuhkan rasa percaya diri pada peserta sejak usia dini.
Dalam lomba pidato islami, peserta menyampaikan berbagai tema tentang akhlak, pentingnya menghormati orang tua, dan semangat menuntut ilmu.
Para peserta tampil dengan antusias di hadapan dewan juri, mahasiswa KKN, dan masyarakat yang hadir.
Para peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam melafalkan adzan dengan memperhatikan tajwid, makhraj, serta irama bacaan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap anak-anak semakin termotivasi untuk mencintai syiar Islam dan aktif dalam kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat.
Ketua pelaksana FAAS, Rusydi Achmad Ramadan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
“ FAAS menjadi sarana bagi mahasiswa untuk ikut berkontribusi dalam pembinaan karakter anak-anak melalui pendekatan keagamaan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan pengalaman positif bagi peserta,” ujarnya.
Kegiatan FAAS tersebut juga mendapat apresiasi dari Kepala Desa Buko, Bapak Al Munawar S.Pd.I, Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan seperti FAAS sangat dibutuhkan masyarakat untuk mendukung perkembangan moral dan spiritual anak-anak.
“Kami mengapresiasi mahasiswa KKN UIN Walisongo yang telah menghadirkan kegiatan positif bagi anak-anak di Desa Buko. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan,” tuturnya.
Hal senada disampaikan oleh Bapak Kyai Hamdan yang menilai kegiatan tersebut mampu memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi dalam bidang keagamaan.
Ia berharap semangat belajar agama yang ditunjukkan peserta dapat terus dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui FAAS 2026, mahasiswa KKN Posko 17 UIN Walisongo menunjukkan komitmennya dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi media pembinaan generasi muda yang berakhlak, percaya diri, serta memiliki semangat keislaman yang kuat.
