
Demak, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan 86 Posko 08 UIN Walisongo Semarang menggelar sosialisasi bahaya rokok dan bullying di dua sekolah dasar yang berada di Desa Tanggul, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa sejak dini mengenai dampak negatif merokok serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas perundungan.
Program yang diinisiasi Divisi Pendidikan dan Keagamaan tersebut menyasar peserta didik di SD Negeri 1 Tanggul dan SD Negeri 2 Tanggul. Melalui penyampaian materi interaktif dan video edukatif, mahasiswa KKN memberikan pemahaman tentang bahaya rokok bagi kesehatan serta dampak bullying terhadap kondisi mental dan sosial anak.
Koordinator kegiatan, Muhammad Fakhrudin Shofil Mubarok, menjelaskan bahwa sosialisasi ini menjadi upaya preventif untuk membentengi generasi muda dari perilaku negatif yang dapat memengaruhi masa depan mereka.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada siswa sekolah dasar agar lebih memahami risiko merokok dan dampak bullying, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan saling menghargai,” ujarnya.
Di SD Negeri 1 Tanggul, pelaksanaan kegiatan mengalami penyesuaian sasaran peserta. Awalnya sosialisasi ditujukan untuk siswa kelas tinggi, namun karena siswa kelas 5 dan 6 sedang diliburkan setelah kegiatan study tour, tim KKN mengalihkan kegiatan kepada siswa kelas 3 dan 4. Meski demikian, kegiatan tetap berlangsung dengan antusias dan mendapat dukungan dari pihak sekolah.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SD Negeri 1 Tanggul, Zaenal Mukhlisin, mengungkapkan bahwa pengaruh teman sebaya dan lingkungan sekitar menjadi salah satu faktor yang membuat anak-anak rentan mencoba merokok.
Sementara itu, bentuk perundungan yang masih sering ditemukan di lingkungan sekolah umumnya berupa bullying verbal, seperti mengejek nama orang tua atau teman sebaya.
“Pihak sekolah telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap siswa yang diketahui merokok di luar lingkungan sekolah,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi metode penyampaian materi yang dilakukan mahasiswa KKN melalui media visual yang menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak.
“Kegiatan sosialisasi ini sudah cukup baik karena disertai video edukatif yang menarik. Ke depan, edukasi seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut melalui poster maupun media pembelajaran lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, sosialisasi di SD Negeri 2 Tanggul diikuti oleh seluruh siswa kelas 4, 5, dan 6. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan mendapat respons positif dari peserta didik.
Kepala SD Negeri 2 Tanggul, Paryono, menilai bahwa lingkungan pergaulan dan kurangnya pengawasan orang tua menjadi faktor yang dapat memengaruhi perilaku anak.
“Sebagian besar orang tua bekerja dari pagi hingga sore hari sehingga pengawasan terhadap anak menjadi terbatas. Karena itu, edukasi seperti ini sangat penting untuk membantu membentuk karakter dan kesadaran anak,” katanya.
Menurutnya, program yang dilaksanakan mahasiswa KKN memberikan manfaat nyata bagi siswa. Ia juga berharap edukasi terkait bahaya bullying dapat diperluas melalui media digital agar menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Ke depan, akan lebih efektif jika kegiatan semacam ini dilakukan secara berkala dan diperkuat melalui media sosial sebagai sarana edukasi lanjutan,” tuturnya.
Melalui kegiatan sosialisasi di dua sekolah dasar tersebut, KKN Reguler Angkatan 86 Posko 08 UIN Walisongo Semarang berharap dapat meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya rokok serta menumbuhkan budaya saling menghormati di lingkungan sekolah. Program ini juga diharapkan mampu mendukung terciptanya generasi muda yang sehat, berkarakter, dan bebas dari tindakan perundungan.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. Dian Pramesti